Tantangan kemandirian fiskal di daerah sering kali tercermin dari besarnya dominasi dana transfer dalam membiayai kebutuhan pembangunan serta operasional. Penelitian ini mengkaji fenomena tersebut dengan menganalisis pengaruh Dana Perimbangan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan memanfaatkan data panel yang mencakup 21 kabupaten/kota selama periode 2020–2023, analisis dilakukan melalui penerapan Fixed Effect Model (FEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa Dana Perimbangan memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan belanja daerah karena porsi terbesar pembiayaan daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Di sisi lain, PAD ditemukan memiliki pengaruh yang signifikan namun secara statistik tergolong lemah; variabel ini tidak signifikan pada tingkat kepercayaan 95%, tetapi menunjukkan signifikansi pada tingkat kepercayaan 90%. Hasil ini mengindikasikan bahwa kapasitas belanja daerah di NTT masih sangat bergantung pada dukungan pusat dibandingkan kekuatan pendapatan internal. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan potensi sumber daya lokal guna meningkatkan kontribusi PAD terhadap struktur belanja daerah secara mandiri dan berkelanjutan
Copyrights © 2026