Pelayanan bongkar muat di pelabuhan memegang peranan penting dalam efisiensi operasional kapal dan alat berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh durasi siklus pembongkaran terhadap efisiensi dua unit luffing crane yang digunakan pada kapal TK. Bina Samudera 38 dan TK. Putra Kapuas XII di Dermaga Pelabuhan Dalam 1 Tanjung Emas. Selain itu, penelitian mengevaluasi hubungan antara biaya pembongkaran dan lama waktu pembongkaran. Metode kuantitatif digunakan dengan analisis statistik Analisis Varians (ANOVA) dan uji lanjut Tukey pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa siklus waktu pembongkaran berpengaruh signifikan terhadap efisiensi luffing crane. Siklus waktu pada luffing crane yang menangani TK. Bina Samudera 38 lebih panjang dan bervariasi dibandingkan luffing crane pada TK. Putra Kapuas XII, menandakan efisiensi yang lebih rendah. Faktor utama penyebab adalah tingginya waktu idle, metode pengikatan sling yang kurang optimal, dan keterampilan operator. Peningkatan waktu idle menyebabkan tambahan dua shift kerja sehingga biaya pembongkaran meningkat Rp20.000.000 dengan biaya efektif Rp103.810/m³. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi pengelolaan waktu pembongkaran untuk meningkatkan efisiensi alat dan menekan biaya operasional.
Copyrights © 2026