Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS SAND BLASTING DAN COATING KAPAL MT.SUCHAONUGNUM Wa’addulloh, Mu’izzaddin; Purwanto, Purwanto
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 24, No 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.404

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan dengan wilayah lautan luas dan memiliki banyak jalur perdagangan dunia. Untuk itu, moda transportasi laut perlu ditingkatkan serta dipertahankan kualitasnya dari berbagai bahaya seperti korosi. Lambung kapal merupakan daerah yang selalu terjadi kontak langsung dengan air laut sehingga membutuhkan perlindungan dan perawatan ekstra. Sandblasting adalah metode pembersihan permukaan lambung kapal dari korosi, sisa lapisan cat lama, serta bekas penempelan fouling dengan menggunakan pasir silika sebagai zat abrasive. Objek penelitian ini yaitu kapal TK. Berkat 12 di sandblasting dengan tingkat kebersihan Sa2.5. Luas area yang sandblasting mencakup 2049 m² untuk sweep blasting dan 1202 m² untuk spot blasting. Setelah sandblasting dilakukan painting yaitu proses perawatan dan perlindungan lambung kapal dari bahaya kerusakan akibat korosi dan fouling. Pada lambung kapal TK. Berkat 12 dilakukan tiga kali coating pada area BGA dengan menggunakan cat primer AC, intermediate AC, dan AF, serta dua kali coating pada area AGA menggunakan cat primer AC dan finishing AGA. Luas area coating primer AC sebesar 3251 m², intermediate AC sebesar 3223 m², AF sebesar 3223 m², dan finishing AGA sebesar 928 m². Berdasarkan hasil inspeksi pengecatan berupa pengukuran DFT diketahui bahwa hasil painting TK Berkat 12 telah memenuhi standar BKI.
Analisis Tingkat Kebisingan di Kamar Mesin Kapal MT. Suchaonugnum Serta Pemilihan Peredaman Wa’addulloh, Mu’izzaddin; Purwanto, Purwanto
Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Vol. 3 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/ocean.v3i2.2455

Abstract

Noise can be defined as a sound or noise that can disturb comfort and health and can cause deafness. Noise that occurs continuously with high intensity can unconsciously affect the health of the Crew (ABK) who are on duty on the ship. Health problems can occur because the ABK are required to be in the ship's engine room which can last a very long time according to the route of the ship's voyage. This study aims to determine and analyze the noise in the engine room and accommodation room on the ferry. The data analysis technique used in this study is noise measurement and analysis of measurement data. The results of the study showed that there was 1 room on the MT. Suchaonugnum ship that did not meet the standards of the Indonesian Classification Bureau and MSC.337(91), including the engine control room. The highest noise source produced in the engine room is produced by the auxiliary engine. While in the lounge room, passenger accommodation room and VIP Room the highest sound source is produced by the sound system. The sound system that is always turned on when the ship is operating is one of the sources of noise that makes the noise level in the passenger accommodation room not in accordance with the MSC.337(91) standard because the sound pressure is too high. The noise level in the passenger accommodation space can be overcome by reducing the sound pressure on the sound system.
Analisa Pengaruh Variasi Bevel Dan Penggunaan Backing Ceramic Terhadap Kekuatan dan Defect Material Baja Grade A Pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) Muflih, Abdullah; Sangadji, Ramli; Hamid, Abdul; Sutrisno, Sutrisno; Wa’addulloh, Mu’izzaddin
Jurnal Universal Technic Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v4i1.3701

Abstract

Grade A steel plates are commonly used in marine and offshore structures due to their high corrosion resistance. This study investigates the effect of bevel angle variations (30°, 40°, and 50°) and the use of ceramic backing on the mechanical properties and welding defects of Grade A steel using the Shielded Metal Arc Welding (SMAW) method. Welding was conducted with four-pass multipass welding. An experimental approach was employed, including macro visual inspection, dye penetrant, tensile, and impact testing. Results showed that specimens without ceramic backing (P1) had more defects such as incomplete penetration and spatter compared to those with backing (P2). All specimens met ASTM E23 impact standards (average 23.9–24.1 J/mm²). Tensile tests revealed that ceramic backing improved strength, with the highest UTS (576.1 MPa) and elongation (25%) found.
Analisis Produktivitas Proyek Reparasi Kapal Tanker pada PT. Janata Marina Indah Kurniawan, Muhammad Rizki; Pratomo, Sunu Arsy; Wa’addulloh, Mu’izzaddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses docking kapal sebaiknya dilakukan secara tepat waktu. Proses perbaikan kapal yang baik tentunya didukung oleh Quality Control dan Quality Assurance yang baik serta sumber daya manusia yang mendukung. Manajemen proyek merupakan kegiatan pengelolaan proyek yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, serta pengawasan proyek guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Critical Path Method merupakan metode yang diterapkan guna penjadwalan suatu aktivitas yang menjadi elemen kritis pada proyek. Produktivitas pengecatan mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 676.30 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 11 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 17 Hari dan hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 3,62. Dari total pekerjaan pengecatan sangat baik. Produktivitas pipa mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 20 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 11 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 28 Hari. Hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 0,06. Dari total pekerjaan perpipaan sangat kurang. Produktivitas tank cleaning mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 379 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 5 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 28 Hari. Hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 2,71. Dari total pekerjaan perpipaan sangat kurang. Tetapkan tujuan dan jadwal yang jelas guna perencanaan seperti kalender atau aplikasi manajemen proyek untuk memantau tenaga kerja. Menetapkan kebijakan yang secara tegas mengatur ketentuan additional works/pekerjaan tambahan agar kapal bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Evaluasi rutin terhadap proses kerja dan sesuaikan jika diperlukan untuk meningkatkan efisiensi. Selalu melakukan pengecekan untuk setiap alat.
Analisis Uji Kekuatan Pipa Terhadap Sistem Proses Pembongkaran Muatan Menggunakan Pengujian ASTM E23 Romadhan, Ahmadani; Wa’addulloh, Mu’izzaddin; Diansisti, Anisa
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan pipa yang digunakan dalam proses pembongkaran muatan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menggunakan pengujian ASTM E23. Penelitian dilakukan di PT. Multi Trading Pratama Gresik, dengan objek penelitian berupa pipa baja karbon yang umum digunakan dalam sistem bongkar muat. Metode pengujian meliputi Non Destructive Test (NDT) dengan metode Liquid Penetrant untuk mendeteksi cacat permukaan, uji impak Charpy untuk mengukur energi serap material, serta pengamatan struktur mikro untuk melihat fasa dominan pada pipa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ditemukan cacat pada sambungan las (good/ACC). Nilai rata-rata ketangguhan impak 3 spesimen dengan suhu 30°C, 100°C dan 150°C adalah 23,9 Joule/mm², dengan jenis patahan ulet. Struktur mikro menunjukkan dominasi fasa ferrit dan perlit, yang menandakan bahwa material pipa merupakan baja karbon rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pipa baja karbon memiliki kekuatan yang memadai untuk proses pembongkaran muatan, serta memenuhi kriteria keamanan dari sisi ketangguhan dan integritas struktural.
ANALISIS SAND BLASTING DAN COATING KAPAL MT.SUCHAONUGNUM Wa’addulloh, Mu’izzaddin; Purwanto, Purwanto
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 24 No. 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.404

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan dengan wilayah lautan luas dan memiliki banyak jalur perdagangan dunia. Untuk itu, moda transportasi laut perlu ditingkatkan serta dipertahankan kualitasnya dari berbagai bahaya seperti korosi. Lambung kapal merupakan daerah yang selalu terjadi kontak langsung dengan air laut sehingga membutuhkan perlindungan dan perawatan ekstra. Sandblasting adalah metode pembersihan permukaan lambung kapal dari korosi, sisa lapisan cat lama, serta bekas penempelan fouling dengan menggunakan pasir silika sebagai zat abrasive. Objek penelitian ini yaitu kapal TK. Berkat 12 di sandblasting dengan tingkat kebersihan Sa2.5. Luas area yang sandblasting mencakup 2049 m² untuk sweep blasting dan 1202 m² untuk spot blasting. Setelah sandblasting dilakukan painting yaitu proses perawatan dan perlindungan lambung kapal dari bahaya kerusakan akibat korosi dan fouling. Pada lambung kapal TK. Berkat 12 dilakukan tiga kali coating pada area BGA dengan menggunakan cat primer AC, intermediate AC, dan AF, serta dua kali coating pada area AGA menggunakan cat primer AC dan finishing AGA. Luas area coating primer AC sebesar 3251 m², intermediate AC sebesar 3223 m², AF sebesar 3223 m², dan finishing AGA sebesar 928 m². Berdasarkan hasil inspeksi pengecatan berupa pengukuran DFT diketahui bahwa hasil painting TK Berkat 12 telah memenuhi standar BKI.
Analisis Pengaruh Arus dan Tegangan Pengelasan 3 G Conveyor Terhadap Struktur dan Sifat Baja Wa’addulloh, Mu’izzaddin; Diansisti , Anisa; Purwanto, Purwanto
Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Vol. 2 No. 3 (2023): September : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/ocean.v2i3.1965

Abstract

In the world of the PLTU industry, the need for material, especially the need for the sapot process and conveyor repairs, occurs in the world of PLTU, which is installed on the conveyor construction and when connecting materials, different grades are often used and this often occurs in the field during the process of combining plates with different grades. on the sapote. and for installing the plate on the sappot, use grade A and the plate that is often used is the plate for the machine foundation with grade B on the sappot material using low carbon grade A steel. In this research report, welding is carried out and combined with grade A steel which is usually used for sappots. the conveyor is combined with low carbon grade B steel in the construction of the PLTU sapot. Where welding is carried out 3x why this needs to be done is because to know the characteristics of low carbon grade A steel and low carbon grade B steel, whether the characteristics are the same or not because they are used in When grade A steel material runs out in the industry, the testing process uses 3 tests, namely to determine NDT testing (Non Destructive, test), tensile testing, and micro testing for the testing process. (DonyPerdana and Ahmad Bazy Syarif, 2017).
Analisa Alat Keselamatan Kapal Roro Passengers Berdasarkan Proses Maintenance, Kuantitas, dan Safety Of Life At Sea (SOLAS) Indarti, Della Ayu; Pratomo, Sunu Arsy; Diansisti, Anisa; Wa’addulloh, Mu’izzaddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2026
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan pelayaran merupakan aspek fundamental dalam operasional kapal penumpang, khususnya kapal jenis Ro-Ro (Roll-on Roll-off) yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap kecelakaan massal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prioritas alat keselamatan pada kapal Ro-Ro penumpang KM. Dharma Ferry II berdasarkan tiga kriteria utama, yaitu proses maintenance (perawatan), quantity (jumlah), dan kesesuaian terhadap standar SOLAS (Safety of Life at Sea). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, yakni metode pengambilan keputusan multi kriteria yang menggabungkan penilaian subjektif dengan perhitungan matematis secara konsisten. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi alat keselamatan serta dokumentasi teknis kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria perawatan memiliki bobot tertinggi sebesar 54%, diikuti oleh kesesuaian SOLAS sebesar 30%, dan kuantitas sebesar 16%. Dari lima jenis alat keselamatan yang dianalisis, lifeboat (sekoci) merupakan alat dengan prioritas tertinggi dengan bobot global sebesar 31%, diikuti oleh Immersion Life Raft (ILR) sebesar 22%, life jacket sebesar 19%, APAR sebesar 16%, dan lifebuoy sebesar 13%. Hasil perhitungan konsistensi untuk tiap matriks perbandingan menunjukkan nilai Concintency Ratio (CR) pada kriteria maintenance sebesar 0,015250719, kuantitas 0,017081, dan SOLAS 0,015251, semuanya berada dibawah batas maksimal 0,1 yang berarti penilaian bersifat konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Analisis Siklus Waktu Pembongkaran Kayu Log Menggunakan Luffing Crane pada Kapal TK. Bina Samudera 38 dan TK. Putra Kapuas XII di Dermaga Pelabuhan Dalam 1 Tanjung Emas Gustiawan, Alamsah; Sutini; Wa’addulloh, Mu’izzaddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2026
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan bongkar muat di pelabuhan memegang peranan penting dalam efisiensi operasional kapal dan alat berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh durasi siklus pembongkaran terhadap efisiensi dua unit luffing crane yang digunakan pada kapal TK. Bina Samudera 38 dan TK. Putra Kapuas XII di Dermaga Pelabuhan Dalam 1 Tanjung Emas. Selain itu, penelitian mengevaluasi hubungan antara biaya pembongkaran dan lama waktu pembongkaran. Metode kuantitatif digunakan dengan analisis statistik Analisis Varians (ANOVA) dan uji lanjut Tukey pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa siklus waktu pembongkaran berpengaruh signifikan terhadap efisiensi luffing crane. Siklus waktu pada luffing crane yang menangani TK. Bina Samudera 38 lebih panjang dan bervariasi dibandingkan luffing crane pada TK. Putra Kapuas XII, menandakan efisiensi yang lebih rendah. Faktor utama penyebab adalah tingginya waktu idle, metode pengikatan sling yang kurang optimal, dan keterampilan operator. Peningkatan waktu idle menyebabkan tambahan dua shift kerja sehingga biaya pembongkaran meningkat Rp20.000.000 dengan biaya efektif Rp103.810/m³. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi pengelolaan waktu pembongkaran untuk meningkatkan efisiensi alat dan menekan biaya operasional.
Analisis Kerusakan Pemipaan Kapal Penumpang Akibat Kebocoran Valve di PT. Janata Marina Indah Fariza, Fina; Purwanto; Wa’addulloh, Mu’izzaddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2026
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah mendirikan beberapa perusahaan galangan kapal yang bergerak di bidang perkapalan salah satunya adalah PT. Janata Marina Indah Semarang yang menitikberatkan pada produksi dan reparasi kapal yang terletak di Semarang. Perusahaan PT. Janata Marina Indah, didirikan pada tahun 1977 dan aktif menerima pesanan untuk pembuatan bangunan baru segala jenis kapal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Uji Makro (Macro Examination) adalah salah satu metode pengujian non-destruktif yang digunakan untuk melihat struktur permukaan logam secara visual dalam skala besar (makroskopik), tanpa bantuan mikroskop. Tujuannya adalah mengamati struktur makro dari logam, seperti retakan, porositas (rongga) lapisan las (bead), penetrasi, dan cacat las, segregasi (pemisahan unsur logam). Data yang telah didapat kemudian dikumpulkan untuk selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji Non Destructive Test (NDT), Visual dan uji kekerasan Rockwell. Pengujian HRB ini diketahui 3 nilai yang berbeda dari setiap titik las haz dan induk. Hasil dalam pengujian las ini diketahui 3 nilai yang berbeda yaitu titik 1 nilai 79, titik 2 nilai 82 dan titik 3 nilai 78 kemudian dari hasil-hasil tersebut diketahui rata- ratanya, yaitu 79,66. Hasil dalam pengujian haz ini diketahui 3 nilai, yaitu titik 1 nilai 59, titik 2 nilai 54 dan titik 3 niali 53 kemudian dari hasil-hasil ini diketahui nilai rata-ratanya, yaitu 55,33. Hasil dalam pengujian induk ini diketahui 3 nilai, yaitu titik 1 nilai 88, titik 2 nilai 93 dan titik 3 nilai 89 kemudian dari hasil-hasil ini diketahui nilai rata-ratanya, yaitu 90. Pengujian HRC ini diketahui 3 nilai yang berbeda dari setiap titik las haz dan Induk. Hasil dalam pengujian las ini diketahui 3 nilai yang berbeda yaitu titik 1 nilai 58, titik 2 nilai 63 dan titik 3 nilai 64 kemudian dari hasil-hasil tersebut diketahui rata-ratanya, yaitu 61,66. Hasil dalam pengujian haz ini diketahui 3 nilai, yaitu titik 1 nilai 99, titik 2 nilai 98 dan titik 3 niali 96 kemudian dari hasil- hasil ini diketahui nilai rata-ratanya, yaitu 97,66. Hasil dalam pengujian induk ini diketahui 3 nilai, yaitu titik 1 nilai 95, titik 2 nilai 96 dan titik 3 nilai 95 kemudian dari hasil-hasil ini diketahui nilai rata- ratanya, yaitu 95,33.