Pada pengamatan awal peneliti, banyak ditemukan obat sisa di ruang perawatan yang belum dikembalikan ke Instalasi Farmasi. Hal ini dapat mengakibatkan adanya penumpukan obat di ruang perawatan dan jika tidak dilakukan pengelolaan, obat dapat menjadi rusak atau kadaluarsa. Hal ini merupakan risiko tinggi obat menjadi rusak karena penyimpanan yang tidak sesuai standar atau kadaluarsa sehingga menyebabkan pemborosan biaya pengadaan farmasi. Pengelolaan retur obat diharapkan dapat menekan biaya operasional rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh efektivitas sistem retur obat terhadap jumlah obat sisa dan efisiensi biaya farmasi. Metode penelitian kuantitatif dengan teknik sensus sampling dimana populasi penelitian terdiri dari staf perrawat dan petugas farmasi yang terlibat langsung dalam proses retur obat sejumlah 105 orang. Pengambilan data kuesioner melalui google form dengan analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian terdapat pengaruh langsung positif signifikan antara prosedur, kualitas sistem informasi, komunikasi efektif, dan sistem retur obat terhadap efisiensi biaya, serta prosedur terhadap sistem retur. Pengaruh tidak langsung positif signifikan prosedur terhadap efisiensi biaya yang dimediasi oleh sistem retur obat. Selain itu terdapat pengaruh langsung positif yang tidak signifikan antara kualitas sistem informasi dan komunikasi efektif terhadap sistem retur obat, serta pengaruh tidak langsung yaitu komunikasi efektif dan kualitas sistem informasi terhadap efisiensi biaya yang dimediasi oleh sistem retur obat.
Copyrights © 2026