Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Factors Affecting Job Satisfaction Among Nurses in the Inpatient Unit of RS Tk. III 04.06.03 Dr. R. Soetarto Yogyakarta Andra Purwanto Yogatama Putra; Sumijatun; Nurcahyo Andarusito
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v6i1.5580

Abstract

Nurse job satisfaction is an important factor that affects service quality, organizational commitment, and workforce retention in hospitals. A decrease in the level of job satisfaction of nurses can cause burnout, high turnover, and reduce the quality of health services. This study aims to find out the factors that affect the job satisfaction of nurses in the Inpatient Unit of Tk. III Hospital 04.06.03 dr. R. Soetarto Yogyakarta. This study uses a quantitative analytical approach with questionnaire instruments distributed to 80 implementing nurses who meet the inclusion criteria, such as working actively in inpatient units, having a minimum working period of 6 months, and willing to fill out a complete questionnaire. The results showed that the variables of leadership, work environment, and compensation all had a significant effect on nurses' job satisfaction. Of these three factors, compensation has proven to be the most dominant factor in determining the level of job satisfaction of nurses. Based on these findings, it can be concluded that fair and adequate compensation is the main determinant of job satisfaction, followed by a conducive work environment and effective leadership. Therefore, hospital management needs to prioritize improving a better compensation system, accompanied by improvements in terms of leadership and quality of the work environment to improve nurses' overall job satisfaction.
Pengaruh Kualitas Sistem Informasi, Prosedur dan Komunikasi Efektif terhadap Efisiensi Biaya Farmasi yang Dimediasi oleh Sistem Retur Obat  (Studi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Melati Tangerang) Desty Ariani; Nurcahyo Andarusito; Achda Ferdians
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.193

Abstract

Pada pengamatan awal peneliti, banyak ditemukan obat sisa di ruang perawatan yang belum dikembalikan ke Instalasi Farmasi. Hal ini dapat mengakibatkan adanya penumpukan obat di ruang perawatan dan jika tidak dilakukan pengelolaan, obat dapat menjadi rusak atau kadaluarsa. Hal ini merupakan risiko tinggi obat menjadi rusak karena penyimpanan yang tidak sesuai standar atau kadaluarsa sehingga menyebabkan pemborosan biaya pengadaan farmasi. Pengelolaan retur obat diharapkan dapat menekan biaya operasional rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh efektivitas sistem retur obat terhadap jumlah obat sisa dan efisiensi biaya farmasi. Metode penelitian kuantitatif dengan teknik sensus sampling dimana populasi penelitian terdiri dari staf perrawat dan petugas farmasi yang terlibat langsung dalam proses retur obat sejumlah 105 orang. Pengambilan data kuesioner melalui google form dengan analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian terdapat pengaruh langsung positif signifikan antara prosedur, kualitas sistem informasi, komunikasi efektif, dan sistem retur obat terhadap efisiensi biaya, serta prosedur terhadap sistem retur. Pengaruh tidak langsung positif signifikan  prosedur terhadap efisiensi biaya yang dimediasi oleh sistem retur obat. Selain itu terdapat pengaruh langsung positif yang tidak signifikan antara kualitas sistem informasi dan komunikasi efektif terhadap sistem retur obat, serta pengaruh tidak langsung yaitu komunikasi efektif dan kualitas sistem informasi terhadap efisiensi biaya yang dimediasi oleh sistem retur obat.
Pengaruh Content digital marketing Melalui Media Sosial dan Iklan Berbayar Terhadap Minat Kunjungan Pasien Pada Layanan Unggulan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Desi Tandi Bongga; Tri Suratmi; Nurcahyo Andarusito
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8408

Abstract

RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta Utara memiliki berbagai layanan unggulan yang perlu disosialisasikan melalui platform digital, seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya akses internet yang mengubah cara masyarakat mencari informasi dan mengambil keputusan dalam memilih layanan kesehatan. Penelitian ini menganalisis pengaruh content digital marketing terhadap minat kunjungan pasien pada layanan unggulan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada November 2025–Januari 2026. Sampel sebanyak 132 dari 270 pasien rawat jalan jantung dan pembuluh darah dipilih secara acak, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner Likert 1–4 yang mengukur variabel independen (informasi content digital, frekuensi tayang, target audience, brand awareness, engagement konsumen, dan kepercayaan pasien) serta variabel dependen minat kunjungan. Hasil menunjukkan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan pasien (p < 0,05) dengan target audience sebagai faktor dominan (t = 2,587; p < 0,05), serta secara simultan berpengaruh signifikan (F = 70,409; R² = 0,761); disimpulkan bahwa optimalisasi content digital marketing melalui media sosial dan iklan berbayar berkontribusi nyata dalam meningkatkan minat kunjungan pasien sehingga rumah sakit perlu mengoptimalkan kanal digital sebagai strategi komunikasi dan pemasaran berkelanjutan di era digital. Kata kunci: Content digital marketing, Media sosial, Iklan berbayar, Kepercayaan pasien, Minat kunjungan pasien
Pengaruh Efisiensi Perawat Dan Budaya Kerja Terhadap Bor Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Sebagai Variabel Mediasi Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta Eka Selvia; Nurcahyo Andarusito; Fresley Hutapea
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8338

Abstract

Penurunan Bed Occupancy Ratio (BOR) Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta dalam tiga tahun terakhir (periode 2023 – 2025) mengindikasikan adanya potensi inefisiensi pemanfaatan tempat tidur. Permasalahan ini diduga berkaitan dengan faktor efisiensi sumber daya keperawatan yang meliputi beban kerja perawat, rasio perawat–pasien, dan kompetensi perawat, serta budaya kerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi perawat dan budaya kerja terhadap BOR dengan mutu pelayanan keperawatan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analitik korelasi dan analisis jalur dengan Sobel test. Sampel responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 113 perawat yang bekerja di RS Panti Waluyo dan memberikan pelayanan kepada pasien. Cara dan alat ukur yang digunakan adalah kuisioner yang diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukan Mutu Keperawatan mampu memediasi Pengaruh Efisiensi Perawat dan Budaya Kerja terhadap BOR. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pelayanan keperawatan merupakan mekanisme kunci dalam menjembatani pengaruh faktor SDM dan budaya organisasi terhadap kinerja operasional rumah sakit. Secara manajerial, pengendalian beban kerja, pengaturan rasio perawat–pasien yang seimbang, peningkatan kompetensi klinis, serta penguatan budaya kerja kolaboratif menjadi strategi prioritas untuk meningkatkan mutu pelayanan dan optimalisasi BOR secara berkelanjutan di RS Panti Waluyo Surakarta.
Pengaruh Jenjang Karier Dan Reward Terhadap Turnover Yang Di Mediasi Oleh Pencapaian Kerja (Studi Pada Karyawan Tidak Tetap Di Rumah Sakit Pusdikkes) Sylvia Muthia Triani; Nurcahyo Andarusito; Achda Ferdians
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8254

Abstract

Latar Belakang : Turnover karyawan tidak tetap menjadi tantangan bagi Rumah Sakit Pusdikkes karena dapat mempengaruhi stabilitas operasional dan kualitas layanan kesehatan. Faktor seperti jenjang karier dan sistem reward diduga berperan dalam meningkatkan atau menurunkan turnover. Tujuan Penelitian : untuk menganalisis pengaruh jenjang karier dan reward terhadap turnover yang dimediasi oleh pencapaian kerja pada karyawan tidak tetap di Rumah Sakit Pusdikkes. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 136 responden. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa jenjang karier memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,072, p-value = 0,291). Reward berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = -0,026, p-value = 0,404). Sebaliknya, jenjang karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,598, p-value = 0,000), dan reward juga berpengaruh positif serta signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,360, p-value = 0,002). Pencapaian kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,855, p-value = 0,000). Selain itu, pencapaian kerja berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara jenjang karier terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,511, p-value = 0,000), serta dalam hubungan antara reward terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,307, p-value = 0,005). Kesimpulan : jenjang karier dan reward berperan dalam meningkatkan pencapaian kerja karyawan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada turnover intention. Meskipun pengaruh langsung jenjang karier dan reward terhadap turnover tidak signifikan, pencapaian kerja berperan penting dalam menghubungkan variabel-variabel tersebut. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk memperjelas jenjang karier karyawan tidak tetap agar mereka memiliki prospek yang lebih baik dalam organisasi. Sistem reward juga perlu diperbaiki dengan mempertimbangkan aspek finansial dan non-finansial guna meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja. Selain itu, manajemen perlu meningkatkan pengakuan terhadap pencapaian kerja karyawan untuk memperkuat loyalitas dan komitmen mereka terhadap rumah sakit. Kata kunci: Jenjang Karier, Reward, Pencapaian Kerja, Turnover, Karyawan Tidak Tetap