Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Sistem Informasi, Prosedur dan Komunikasi Efektif terhadap Efisiensi Biaya Farmasi yang Dimediasi oleh Sistem Retur Obat  (Studi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Melati Tangerang) Desty Ariani; Nurcahyo Andarusito; Achda Ferdians
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.193

Abstract

Pada pengamatan awal peneliti, banyak ditemukan obat sisa di ruang perawatan yang belum dikembalikan ke Instalasi Farmasi. Hal ini dapat mengakibatkan adanya penumpukan obat di ruang perawatan dan jika tidak dilakukan pengelolaan, obat dapat menjadi rusak atau kadaluarsa. Hal ini merupakan risiko tinggi obat menjadi rusak karena penyimpanan yang tidak sesuai standar atau kadaluarsa sehingga menyebabkan pemborosan biaya pengadaan farmasi. Pengelolaan retur obat diharapkan dapat menekan biaya operasional rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh efektivitas sistem retur obat terhadap jumlah obat sisa dan efisiensi biaya farmasi. Metode penelitian kuantitatif dengan teknik sensus sampling dimana populasi penelitian terdiri dari staf perrawat dan petugas farmasi yang terlibat langsung dalam proses retur obat sejumlah 105 orang. Pengambilan data kuesioner melalui google form dengan analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian terdapat pengaruh langsung positif signifikan antara prosedur, kualitas sistem informasi, komunikasi efektif, dan sistem retur obat terhadap efisiensi biaya, serta prosedur terhadap sistem retur. Pengaruh tidak langsung positif signifikan  prosedur terhadap efisiensi biaya yang dimediasi oleh sistem retur obat. Selain itu terdapat pengaruh langsung positif yang tidak signifikan antara kualitas sistem informasi dan komunikasi efektif terhadap sistem retur obat, serta pengaruh tidak langsung yaitu komunikasi efektif dan kualitas sistem informasi terhadap efisiensi biaya yang dimediasi oleh sistem retur obat.
Pengaruh Jenjang Karier Dan Reward Terhadap Turnover Yang Di Mediasi Oleh Pencapaian Kerja (Studi Pada Karyawan Tidak Tetap Di Rumah Sakit Pusdikkes) Sylvia Muthia Triani; Nurcahyo Andarusito; Achda Ferdians
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8254

Abstract

Latar Belakang : Turnover karyawan tidak tetap menjadi tantangan bagi Rumah Sakit Pusdikkes karena dapat mempengaruhi stabilitas operasional dan kualitas layanan kesehatan. Faktor seperti jenjang karier dan sistem reward diduga berperan dalam meningkatkan atau menurunkan turnover. Tujuan Penelitian : untuk menganalisis pengaruh jenjang karier dan reward terhadap turnover yang dimediasi oleh pencapaian kerja pada karyawan tidak tetap di Rumah Sakit Pusdikkes. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 136 responden. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa jenjang karier memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,072, p-value = 0,291). Reward berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = -0,026, p-value = 0,404). Sebaliknya, jenjang karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,598, p-value = 0,000), dan reward juga berpengaruh positif serta signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,360, p-value = 0,002). Pencapaian kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,855, p-value = 0,000). Selain itu, pencapaian kerja berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara jenjang karier terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,511, p-value = 0,000), serta dalam hubungan antara reward terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,307, p-value = 0,005). Kesimpulan : jenjang karier dan reward berperan dalam meningkatkan pencapaian kerja karyawan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada turnover intention. Meskipun pengaruh langsung jenjang karier dan reward terhadap turnover tidak signifikan, pencapaian kerja berperan penting dalam menghubungkan variabel-variabel tersebut. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk memperjelas jenjang karier karyawan tidak tetap agar mereka memiliki prospek yang lebih baik dalam organisasi. Sistem reward juga perlu diperbaiki dengan mempertimbangkan aspek finansial dan non-finansial guna meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja. Selain itu, manajemen perlu meningkatkan pengakuan terhadap pencapaian kerja karyawan untuk memperkuat loyalitas dan komitmen mereka terhadap rumah sakit. Kata kunci: Jenjang Karier, Reward, Pencapaian Kerja, Turnover, Karyawan Tidak Tetap
Pengaruh Google Review, Experience Dan Mobile Health Application Terhadap Switching Intention Yang Dimediasi Oleh Image (Studi Pada Pasien Asuransi Swasta Di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading) Mery Silalahi; Tri Suratmi; Achda Ferdians
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8459

Abstract

Transformasi digital mengubah perilaku pasien dalam memilih fasilitas kesehatan, dimana Google Review, experience, dan mobile health application menjadi faktor penentu. Di tengah persaingan rumah sakit swasta yang ketat, ketidakpuasan terhadap faktor tersebut pada pasien asuransi swasta berpotensi meningkatkan switching intention. Penelitian ini menganalisis pengaruh Google Review, experience, dan mobile health application terhadap switching intention pasien asuransi swasta di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui image rumah sakit. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu Google Review, experience, dan mobile health application terhadap variabel dependen switching intention dengan variabel mediasi image. Populasi penelitian adalah pasien asuransi swasta dengan sampel sebesar 270 responden diambil menggunakan rumus rule of thumb SEM-PLS (10 times rule). Teknik sampling menggunakan random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan SEM-PLS. Experience (p = 0,000), mobile health application (p = 0,007), dan Google Review (p = 0,008) memiliki pengaruh signifikan terhadap switching intention pasien asuransi swasta. Experience menunjukkan pengaruh paling kuat dalam menurunkan switching intention (β = -0,197), diikuti mobile health application (β = -0,146) dan Google Review (β = -0,130). Namun, image tidak berpengaruh signifikan terhadap switching intention (p = 0,230) dan tidak berperan sebagai variabel mediasi. Google Review, experience, dan mobile health application secara langsung menekan switching intention, sementara experience dan mobile health application membentuk image positif. Kata kunci: Switching Intention, Patient Experience, Mobile Health Application, Google Review, Image Rumah Sakit.