Anemia merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin dari batas normal (Kristianti & Metere, 2021). Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi anemia di kalangan remaja adalah 32%, menunjukkan sekitar 3-4 dari setiap 10 remaja menderita anemia. Remaja putri lebih beresiko terkena anemia, karena remaja putri merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan sehingga sangat membutuhkan asupan zat gizi yang lebih tinggi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Ponpes Abu Dzarrin Bojonegoro. Desain penelitian yang digunakan peneliti untuk penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMK Ponpes Abu Dzarrin Bojonegoro sebanyak 39 siswi. Teknik sampling menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner IPAQ- long form untuk mengukur aktivitas fisik dan pengambilan sampel darah menggunakan EasyTouch GcHb untuk mengukur kadar hemoglobin. Hasil analisis menggunakan uji chi square diperoleh bahwa nilai p-value = 0,004 < ? =0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Ponpes Abu Dzarrin Bojonegoro.
Copyrights © 2025