Ketimpangan akses terhadap pendidikan menengah masih menjadi tantangan struktural bagi remaja yang berasal dari keluarga dengan kondisi sosial-ekonomi rentan. Artikel ini bertujuan mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan terhambatnya keberlanjutan pendidikan remaja perempuan melalui studi kasus Rina Susila di Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelaah aspek ekonomi keluarga, disintegrasi rumah tangga, pola pengasuhan, serta respons terhadap intervensi sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemiskinan struktural dan ketidakutuhan keluarga berperan signifikan dalam keputusan untuk tidak melanjutkan pendidikan. Studi yang dilakukan oleh Ryu Adi Saputra mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi keluarga memengaruhi kemampuan pemenuhan kebutuhan dasar anak. Sementara itu, penelitian Saskia Amal Diniyah, Joni Rokhmat, dan Johan Hadi Saputra menegaskan bahwa kualitas pola asuh serta stabilitas keluarga berdampak pada kesejahteraan anak, termasuk akses pendidikan. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan perlu dirumuskan secara komprehensif dan berkelanjutan serta diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi keluarga guna memutus siklus kemiskinan antar-generasi.
Copyrights © 2024