Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang kaya akan bahan organik dan mendukung pertumbuhan mikroorganisme penghasil enzim selulase. Salah satu kelompok mikroorganisme penting di lingkungan ini adalah bakteri selulolitik yang mampu mendegradasi selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi dan karakterisasi bakteri selulolitik dari sedimen dan rizosfer tanaman alami mangrove di Desa Kelapapati, Kabupaten Bengkalis, Riau. Penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel sedimen dan rizosfer, isolasi bakteri menggunakan medium Cellulose Congo Red Agar (CCRA), uji aktivitas selulolitik berdasarkan zona bening yang terbentuk di sekeliling koloni, dan karakterisasi makroskopis dan mikroskopis terhadap isolat yang menunjukkan aktivitas selulolitik. Sebanyak 36 isolat berhasil diisolasi, terdiri atas 21 isolat asal rizosfer dan 15 isolat asal sedimen. Hasil uji menunjukkan bahwa sebanyak 20 isolat konfirmasi membentuk zona bening dengan indeks selulolitik pada kategori tinggi sebanyak 13 isolat, kategori sedang sebanyak empat isolat, dan kategori rendah sebanyak tiga isolat. Isolat MAT 1.1 menunjukkan indeks selulolitik tertinggi mencapai 10,8±0,6 dan potensial sebagai agen biofertilizer. Sebagian besar isolat tergolong bakteri Gram negatif berbentuk bacil dan streptobacil. Lingkungan mangrove dengan pH 6, suhu rata-rata 30°C, dan salinitas 12,67 dS/m mendukung pertumbuhan bakteri selulolitik. Penelitian ini menunjukkan bahwa hutan mangrove Desa Kelapapati, Bengkalis, Riau merupakan sumber potensial bakteri selulolitik yang dapat dikembangkan sebagai agen biofertilizer.
Copyrights © 2026