Protein serangga semakin diakui sebagai sumber protein alternatif yang memiliki kandungan gizi tinggi serta efisiensi produksi yang lebih baik dibandingkan protein hewani konvensional. Namun demikian, pemanfaatannya dalam pengembangan produk pangan masih belum optimal dan belum terintegrasi secara menyeluruh dari aspek gizi, teknologi pangan, dan keberlanjutan. Selain itu, kajian yang mengulas secara komprehensif kualitas protein serangga, pengaruh proses pengolahan, serta implikasinya terhadap sistem pangan berkelanjutan masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi protein serangga sebagai bahan baku pengembangan produk pangan berbasis protein berkelanjutan melalui pendekatan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir, yang dianalisis berdasarkan kandungan gizi, sifat fungsional protein, teknik pengolahan, aspek keamanan pangan, dan keberlanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa protein serangga memiliki kandungan protein yang tinggi, nilai energi sekitar 400–550 kkal/100 g, serta mengandung asam amino esensial dan mikronutrien penting. Selain itu, protein serangga memiliki sifat fungsional yang mendukung aplikasinya dalam berbagai sistem pangan, meskipun kualitas dan keamanannya sangat dipengaruhi oleh metode pengolahan. Dari perspektif keberlanjutan, protein serangga berpotensi mendukung diversifikasi sumber protein dan mengurangi dampak lingkungan, namun masih menghadapi kendala dalam penerimaan konsumen.
Copyrights © 2026