Sereal tradisional Indonesia berbasis bahan pangan lokal seperti singkong, jagung, dan umbi-umbian memiliki potensi besar sebagai sumber karbohidrat alternatif yang mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan karbohidrat total dan gula pereduksi pada olahan sereal tradisional Indonesia berdasarkan kajian literatur dalam perspektif kimia pangan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Data yang dianalisis mencakup nilai kuantitatif karbohidrat total, kadar gula pereduksi, serta pengaruh bahan baku dan proses pengolahan terhadap karakteristik kimia pangan sereal tradisional. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat total sereal tradisional Indonesia umumnya berada pada kisaran 60–85% berat kering, sedangkan kadar gula pereduksi relatif rendah hingga sedang, yaitu sekitar 1,2–6,5% berat kering. Dominasi karbohidrat kompleks dan rendahnya gula pereduksi berimplikasi pada stabilitas mutu produk serta potensi indeks glikemik yang lebih rendah. Kajian ini menegaskan bahwa sereal tradisional Indonesia berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional berbasis sumber daya lokal yang bernilai gizi dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026