Daerah Irigasi (DI) Bilokka di Kabupaten Sidenreng Rappang menghadapi permasalahan ketidakseimbangan neraca air, khususnya pada musim kemarau yang mengakibatkan kekurangan air untuk keperluan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi serta mengevaluasi keseimbangannya dengan ketersediaan air berdasarkan data curah hujan dan iklim periode 1999–2023. Curah hujan efektif dihitung menggunakan metode rerata aritmatik, evapotranspirasi referensi ditentukan dengan Metode Penman Modifikasi, sedangkan ketersediaan air dianalisis menggunakan Metode F.J. Mock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi maksimum terjadi pada periode pertama bulan Oktober, yaitu sebesar 2,08 liter/detik/hektar, sedangkan kebutuhan minimum terjadi pada periode kedua bulan januari, yaitu sebesar 0,01 liter/detik/hektar. Analisis debit andalan (Q80) dan neraca air mengindikasikan bahwa DI Bilokka mengalami surplus air pada sebagian besar bulan, namun terjadi defisit pada bulan Oktober ketika kebutuhan air melebihi ketersediaan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan air pada periode tertentu, yang berpotensi mempengaruhi kinerja dan strategi pengelolaan irigasi.
Copyrights © 2026