UMKM menghadapi lingkungan bisnis yang dinamis dengan keterbatasan sumber daya, sehingga memerlukan kapabilitas adaptif untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan usaha. Ambidexterity, sebagai kemampuan menyeimbangkan eksplorasi dan eksploitasi, dipandang krusial dalam konteks ini. Subjek dan metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah 385 pelaku UMKM di tingkat kecamatan yang dipilih menggunakan rumus Slovin (tingkat kesalahan 5%) dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis univariat, serta analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara ambidexterity dengan daya saing UMKM (p < 0,05) serta antara ambidexterity dengan keberlanjutan usaha (p < 0,05). UMKM dengan tingkat ambidexterity lebih tinggi cenderung memiliki daya saing dan keberlanjutan usaha yang lebih baik. Kesimpulan: Ambidexterity berperan penting dalam strategi bisnis UMKM untuk meningkatkan daya saing dan menjaga keberlanjutan usaha. Pengelolaan ambidexterity secara proporsional menjadi kunci adaptasi UMKM dalam menghadapi dinamika lingkungan bisnis.
Copyrights © 2025