Deformasi permukaan merupakan fenomena geologi yang memerlukan pemantauan berkelanjutan, terutama di wilayah dengan pertumbuhan infrastruktur pesat seperti Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini menganalisis pola deformasi permukaan di daerah Bogor menggunakan metode Persistent Scatterer Interferometric Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR) dengan memproses 102 citra satelit Sentinel-1A/B periode Februari 2017 hingga April 2025. Pemrosesan PS-InSAR berhasil mengidentifikasi 6.687 titik PS yang tersebar di wilayah penelitian. Analisis spasial menunjukkan pola deformasi heterogen dengan subsiden tanah maksimum mencapai -8,95 mm/tahun di zona urban selatan, sementara pengangkatan hingga +3,12 mm/tahun terdeteksi di bagian utara. Integrasi dengan data geologi dan hidrogeologi menunjukkan bahwa deformasi permukaan dikontrol oleh mekanisme konsolidasi endapan vulkanik Kuarter yang belum terkompaksi sempurna, dikombinasikan dengan subsiden tekanan air pori akibat ekstraksi airtanah intensif dan pembebanan antropogenik. Kurva deret waktu mengungkapkan tren subsiden linear berkelanjutan dengan modulasi musiman yang konsisten dengan siklus hidrogeologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa PS-InSAR sangat efektif untuk pemantauan deformasi permukaan dalam region urban vulkanik dan memberikan data baseline penting untuk mitigasi becncana geologi. Ground surface deformation is a crucial geological phenomenon requiring continuous monitoring, particularly in rapidly urbanizing regions with complex geology like Bogor, West Java. This study analyzed ground surface deformation patterns in the Bogor area using the Persistent Scatterer Interferometric Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR) method by processing 102 Sentinel-1A/B satellite images from February 2017 to April 2025. PS-InSAR processing successfully identified 6,687 PS points distributed across the study region. Spatial analysis reveals heterogeneous deformation patterns with maximum subsidence reaching -8.95 mm/year in the southern urban zone, while uplift up to +3.12 mm/year is detected in the northern area. Integration with geological and hydrogeological data indicates that surface deformation is controlled by consolidation mechanisms of incompletely compacted Quaternary volcanic deposits, combined with pore pressure reduction from intensive groundwater extraction and anthropogenic loading. Time-series curves reveal continuous linear subsidence trends with consistent seasonal modulation with hydrogeological cycles. This research demonstrates that PS-InSAR is highly effective for surface deformation monitoring in volcanic urban regions and provides critical baseline data for geological hazard mitigation.
Copyrights © 2026