The phenomenon of religious drunkenness is a major problem in Indonesia. This destruction has an effect on the issue of community order. Seyyed Hossein Nasr's approach provides a framework for thinking about the approach of tradition and the search for holiness to examine the phenomenon of religious drunkenness. This research aims to understand this line of thought by matching it with local wisdom in Indonesia. It shows that the approach of tradition and the search for sanctity helps religious adherents to understand the spiritual values of their religion. Adherents are able to get sacred values from their religion. Faced with a plural society in Indonesia, sacred values are dialogued together. Pancasila as the ideology of the Indonesian state becomes a role model to understand each of these encounters. This research uses a qualitative approach with a literature study of Nasr's relevant works to identify key concepts in his thought.AbstrakFenomena mabuk agama menjadi satu persoalan yang besar Indonesia. Perusakan ini berefek pada persoalan tatanan masyarakat. Pendekataan Seyyed Hossein Nasr memberikan sebuah karangka berpikir tentang pendekatan tradisi dan pencarian kesucian untuk menelaah fenomena mabuk agama. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alur pemikiran tersebut dengan memadankan dengan kearifan lokal di Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa pendekatan tradisi dan pencarian kesucian membantu pemeluk agama untuk memahami nilai-nilai spiritualitas agamanya. Pemeluk mampu mendapat nilai-nilai kesucian dari agamanya. Berhadapan dengan masyarakat plural di Indonesia, nilia-nilai kesucian didialogkan secara bersama. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia menjadi satu panutan untuk memahammi setiap perjumpaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekataan kualitatif dengan studi literatur terhadap karya-karya Nasr yang relevan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci dalam pemikirannya.
Copyrights © 2025