Limpasu merupakan tanaman khas Kalimantan yang ditemukan di pegunungan Meratus dan secara empiris digunakan untuk membantu mengobati COVID-19. Buah limpasu mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri, namun uji coba sebagai imunomodulator belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas imunomodulator ekstrak etanol buah limpasu (EEBL) serta fraksi etil asetat (FEA) dan fraksi air (FA) pada dosis 250 dan 500 mg/kgBB pada hewan. Buah limpasu diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi dan difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Pengujian imunomodulator dilakukan menggunakan metode uji bersihan karbon untuk menggambarkan aktivitas respon imun non spesifik, uji titer antibodi untuk menggambarkan aktivitas respon imun spesifik dan uji hipersensitivitas tipe lambat untuk menggambarkan respon imun seluler. Hasil uji bersihan karbon pada kelompok EEBL dan FEA menunjukkan aktivitas imunostimulan kuat, sedangkan kelompok FA menunjukkan hasil imunostimulan ringan. Hasil uji titer antibodi primer menunjukkan kelompok yang diberi zat uji memiliki angka titer antibodi lebih tinggi dibandingkan kontrol, namun hanya kelompok EEBL yang mengalami peningkatan angka titer antibodi sekunder. Selanjutnya, EEBL, FEA dan FA menyebabkan peningkatan tebal kaki mencit. Secara keseluruhan, hanya EEBLyang menunjukkan aktivitas imunostimulan berdasarkan respon imun non spesifik, spesifik dan seluler.
Copyrights © 2026