Etlingera rubroloba A.D. Poulsen merupakan tumbuhan yang digunakan secara tradisional oleh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk menjaga kebugaran tubuh dan telah terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan sistem imun bawaan melalui peningkatan ekspresi reseptor sel makrofag (CD14). Namun, pengaruhnya terhadap aktivitas fagositosis makrofag dan kadar sel limfosit T sitotoksik (CD8+) belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bermaksud mengevaluasi ekstrak etanol rimpang E. rubroloba terhadap efek peningkatan fagositosis makrofag dan kadar CD8+ pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi enam kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok ekstrak dosis 200, 300, dan 400 mg/kg BB. Ekstrak diberikan secara oral selama tujuh hari, kemudian pada hari kedelapan hewan uji diinfeksi Staphylococcus aureus secara intraperitoneal. Aktivitas fagositosis diamati secara mikroskopik, sedangkan kadar CD8+ diukur menggunakan metode ELISA. Dosis 300 mg/kg BB menghasilkan peningkatan aktivitas fagositosis tertinggi sebesar 77,25% dan kadar CD8+ tertinggi sebesar 650,71 ng/mL, dengan perbedaan bermakna dibandingkan kontrol negatif (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa rimpang E. rubroloba berpotensi dikembangkan sebagai kandidat imunostimulator alami.
Copyrights © 2026