Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran matematika melalui pendekatan meta-analisis. Berpikir kreatif merupakan kemampuan penting dalam abad ke-21 yang mencakup kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini menganalisis 13 artikel terpublikasi nasional tahun 2020–2025 yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu menggunakan kelas eksperimen dan kontrol, menyajikan data statistik lengkap, dan membahas topik pembelajaran matematika serta kemampuan berpikir kreatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa model-model pembelajaran seperti Discovery Learning berbasis etnomatematika, Problem Based Learning dengan Flipped Classroom, Self-Regulated Learning, Brain Based Learning, dan model Open-Ended terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Perhitungan effect size menggunakan rumus Cohen’s d menunjukkan bahwa pengaruh model pembelajaran paling besar terjadi pada jenjang SMP (rata-rata effect size = 1,50), diikuti oleh SD dan SMA. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran yang inovatif dan kontekstual memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam matematika. Dengan demikian, hasil studi ini dapat menjadi dasar bagi pendidik dalam memilih model pembelajaran yang tepat untuk mendorong kreativitas siswa secara optimal.
Copyrights © 2025