Salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia ialah permasalahan gizi, baik itu gizi kurang maupun gizi lebih (double burden) yang sering dijumpai pada usia dewasa dengan salah satu penyebabnya yaitu kurangnya pengetauan gizi. Berdasarkan survey Tim Health Promoting University (HPU) di Undana, didapati belum adanya pola makan sehat yang terbentuk di kalangan mahasiswa. Selain itu, dari hasil survei tersebut juga menunjukkan adanya keterbatasan SDM profesional bidang gizi, finansial, dan waktu. Maka untuk mengatasi keterbatasan tersebut sekaligus mampu menjangkau mahasiswa Undana yang berjumlah sekitar 30.000 orang maka diperlukan strategi khusus. Salah satunya menggunakan metode peer teaching (dengan memperhatikan kriteria dalam seleksi tutor terkait prior knowledge gizi kelompok tutor), dimana dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mahasiswa yang memiliki prior knowledge gizi dan yang tidak memiliki prior knowleedge gizi (peer tutor) mengajar mahasiswa lain (peer tutee) dalam Pelatihan Gizi Seimbang sebagai upaya peningkatan pengetahuan gizi seimbang. Mengetahui pengaruh prior knowledge peer tutor terhadap keberhasilan peer teaching dari segi tingkat pengetahuan gizi dalam pelatihan gizi seimbang pada mahasiswa Universitas Nusa Cendana. Penelitian quasi experimental dengan bentuk pretest-posttest design with non-equivalent group dengan total responden 85 mahasiswa yang dibagi berdasarkan volunteer sampling ke dalam kelompok perlakuan Ia (n=18), Ib (n=16), IIa (n=24), dan IIb (n=27). Kemudian dilakukan training of trainer (TOT) dalam Pelatihan Gizi Seimbang yang diberikan oleh mentor (ahli di bidang gizi) kepada kelompok perlakuan Ia dan Ib (peer tutor dengan prior knowledge gizi dan peer tutor tanpa prior knowledge gizi).
Copyrights © 2026