ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk merumuskan model pengambilan keputusan etis berbasis spiritualitas bagi akuntan dalam menghadapi dilema etis. Penelitian ini merefleksikan dimensi spiritualitas dalam pengambilan keputusan etis, sekaligus menyoroti keterbatasan pendekatan normatif dalam menyelesaikan persoalan etika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kritis dalam bingkai paradigma kritis-postmodern. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan metode 5E (Engaging, Exploring, Explaining, Elaborating, Evaluating) pada 5 informan: satu akuntan intern, dua akuntan publik, satu akuntan pemerintah, dan satu akuntan pendidik. Analisis data dilakukan dengan 3 tahapan: 1) Data Condensation; 2) Data Display; dan 3) Drawing and Verifying Conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas dapat berperan sebagai kompas moral yang membimbing akuntan untuk mengambil keputusan yang tidak hanya sesuai dengan standar profesi, tetapi juga dengan nilai yang lebih dalam untuk kemaslahatan. Spirituality-based Evaluating Ethics & Decision-making for Accountants (SEED-A) Model sebagai temuan penelitian ini, yang dituangkan dalam kerangka konseptual dan siklus reflektif. Kerangka ini menggambarkan proses refleksi spiritual yang membentuk identitas moral akuntan dalam siklus pengambilan keputusan etis. SEED-A Model berimplikasi pada pendekatan etis berbasis spiritualitas yang memperkuat identitas moral akuntan dan mendorong praktik akuntansi yang lebih bermakna. Cakupan informan yang terbatas hanya pada profesi akuntan, menjadikan generalisasi temuan perlu dilakukan dengan hati-hati, dan diperlukan pengujian empiris lanjutan lintas profesi, lingkungan kerja, atau budaya organisasi.Kata kunci: Akuntan, Dilema Etis, Kritis, Pengambilan Keputusan, SpiritualitasABSTRACTThe purpose of this study is to formulate a spirituality-based ethical decision-making model for accountants in facing ethical dilemmas. This study reflects the dimensions of spirituality in ethical decision-making, while highlighting the limitations of the normative approach in solving ethical problems. This study uses a qualitative-critical approach within the frame of critical-postmodern paradigm. Data collection used in-depth interviews with the 5E method (Engaging, Exploring, Explaining, Elaborating, Evaluating) on 5 informants: one intern accountant, two public accountants, one government accountant, and one accounting educator. Data analysis was carried out in 3 stages: 1) Data Condensation; 2) Data Display; and 3) Drawing and Verifying Conclusion. The results of the study indicate that spirituality can act as a moral compass that guides accountants to make decisions that are not only in accordance with professional standards but also with deeper values for the benefit. The Spirituality-based Evaluating Ethics & Decision-making for Accountants (SEED-A) Model as the findings of this study, which are outlined in a conceptual framework and reflective cycle. This framework describes the process of spiritual reflection that shapes the accountant's moral identity in the ethical decision-making cycle. The SEED-A Model has implications for a spirituality-based ethical approach that strengthens the moral identity of accountants and encourages more meaningful accounting practices. The scope of informants is limited to the accounting profession, making generalization of findings need to be done with caution, and further empirical testing is needed across professions, work environments, or organizational cultures.Keywords: Accountant, Critical, Decision-making, Ethical Dilemma, Spirituality
Copyrights © 2026