Abstract: Severe preeclampsia is characterized by blood pressure ≥ 160/110 mmHg at gestational age > 20 weeks and proteinuria. Preeclampsia is the leading cause of maternal mortality. Based on the onset of severe preeclampsia, it is classified into early onset if it occurs at gestational age < 34 weeks and late onset at ≥ 34 weeks. Neutrophils are activated cells associated with preeclampsia, linked to placental hypoperfusion, endothelial dysfunction and inflammation. The number of neutrophils increases during the first trimester, while the number of lymphocytes decreases. The increase in neutrophil count is due to their inability to undergo apoptosis during pregnancy. The neutrophil-lymphocyte ratio (NLR) is considered a marker of systemic inflammation. The NLR has proven useful in predicting the presence of both acute and chronic inflammatory processes. This study aims to investigate the difference in NLR between early and late onset severe preeclampsia at Ulin General Hospital in Banjarmasin in 2023. The research design is a comparative study with a cross-sectional design. Data collection was performed retrospectively using a non-probability sampling technique through purposive sampling from the 2023 period. With inclusion and exclusion criteria, 75 pregnant women with early and late onset severe preeclampsia were obtained, and analysis was conducted using an independent T-test. The results of this study show an NLR of 3.45 ± 3.31 for early onset severe preeclampsia and 4.61 ± 3.64 for late onset severe preeclampsia, indicating a significant difference in NLR between pregnant women with early and late onset severe preeclampsia (p < 0.05). Abstrak: Preeklamsia berat ditandai dengan tekanan darah ³ 160/110 mmHg pada usia kehamilan > 20 minggu disertai dengan proteinuria. Preeklamsia menempati posisi pertama penyebab angka kematian ibu (AKI). Berdasarkan awitan kejadian preeklamsia berat dibagi menjadi awitan dini jika terjadi pada usia kehamilan < 34 minggu dan awitan lanjut pada usia kehamilan ³ 34 minggu. Neutrofil merupakan sel yang teraktivasi pada preeklamsia terkait dengan hipoperfusi plasenta, disfungsi endotel dan inflamasi. Jumlah neutrofil meningkat selama trimester pertama sedangkan jumlah limfosit menurun. Peningkatan jumlah neutrofil disebabkan oleh ketidakmampuan neutrofil untuk mengalami apoptosis selama kehamilan. Rasio neutrofil-limfosit (RNL) dianggap sebagai penanda peradangan sistemik. Rasio neutrofil-limfosit telah terbukti bermanfaat dalam memprediksi adanya proses peradangan, baik yang bersifat akut maupun kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan RNL pada preeklamsia berat awitan dini dan lanjut di RSUD Ulin Banjarmasin periode 2023. Rancangan penelitian ini adalah studi komparatif dengan desain potong lintang. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yakni menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling dari periode 2023. dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 75 subjek wanita hamil dengan PEB awitan dini dan lanjut, analisis dilakukan dengan uji T-tidak berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan RNL preeklamsia berat awitan dini 3,45±3,31 dan RNL preeklamsia berat awitan lanjut 4,61±3,64 dan dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna pada RNL wanita hamil dengan preeklamsia berat awitan dini dan lanjut (p<0,05).
Copyrights © 2025