Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skrining dan Edukasi Manajemen Stres Santri di Pesantren Al-Ma’soem melalui Kegiatan Sejiwa Insani, Alifia Tsabita; Sampurno, Ardina Lukita; Syahirah, Qaniah Amirah; Kamila, Maryam; Qolbizzakiyah, Fairuzah; Usman, Zarirah Anas; Habibie, Lie Herz; Muliadi, Muhammad Zayd Aghniy; Maharani, Nadya; Al-Auza'i, Khaizan Nobelo; Putri, Delima Istio Prawiradhani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.23796

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode krusial dalam perkembangan manusia yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Perubahan ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap stres, terutama pada lingkungan pesantren yang memiliki tuntutan akademik dan spiritual tinggi. Kondisi ini menuntut adanya upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental santri. Program SEJIWA (Sehatkan Emosi dan Jiwa, Wujudkan Asa Remaja) bertujuan untuk melakukan skrining dini gejala depresi, kecemasan, dan stres, serta memberikan edukasi manajemen stres bagi santri SMA Pesantren Al-Ma’soem. Kegiatan ini menggunakan pendekatan promotif dan preventif melalui skrining menggunakan kuesioner DASS-Y dan edukasi interaktif mengenai manajemen stres. Sebanyak 68 santri kelas 10 berpartisipasi, dengan analisis deskriptif terhadap hasil DASS-Y dan perbandingan nilai pre-test serta post-test. Dari 66 responden yang dianalisis, mayoritas berada pada kategori normal dalam domain depresi (78,8%), kecemasan (78,8%), dan stres (84,8%). Namun, ditemukan pula gejala ringan hingga sedang pada sebagian santri. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat sebesar 22,33% setelah edukasi (dari 6,83 menjadi 8,36). Program SEJIWA efektif dalam meningkatkan pemahaman santri mengenai kesehatan mental dan manajemen stres, serta mampu mendeteksi dini kelompok berisiko yang memerlukan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat layanan promotif dan preventif kesehatan mental di lingkungan pesantren. Kata Kunci: Remaja, Kesehatan Mental, Pesantren, Edukasi, Skrining.  ABSTRACT Adolescence is a crucial developmental stage marked by significant physical, emotional, social, and cognitive changes. These transitions increased vulnerability to stress, particularly in Islamic boarding school (pesantren) environments, where students faced intensive academic and spiritual demands. This condition highlighted the need for promotive and preventive efforts to support students’ mental health. The SEJIWA (Sehatkan Emosi dan Jiwa, Wujudkan Asa Remaja / Strengthen Emotions and Mind, Realize Youth’s Hope) program aimed to conduct early screening for symptoms of depression, anxiety, and stress, as well as to provide stress management education for high school students at Al-Ma’soem Islamic Boarding School. This community engagement activity employed a promotive-preventive approach through mental health screening using the DASS-Y questionnaire and interactive education sessions on stress management. A total of 68 tenth-grade students participated. Data were analyzed descriptively to assess DASS-Y results and compare pre-test and post-test scores. Among 66 analyzed respondents, most were classified as normal in depression (78.8%), anxiety (78.8%), and stress (84.8%) domains. However, mild to moderate symptoms were still found in some students. The average knowledge score increased by 22.33% after the educational session (from 6.83 to 8.36). SEJIWA program successfully improved students’ understanding of mental health and stress management and helped identify those in need of further support. This initiative served as an important step in enhancing promotive and preventive mental health efforts within the pesantren environment. Keywords: Adolescents, Mental Health, Islamic Boarding Schools, Education, Screening.
PERBEDAAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT PADA PREEKLAMSIA BERAT AWITAN DINI DAN LANJUT DI RSUD ULIN PERIODE 2023 Kamila, Maryam; Abimanyu, Bambang; Hendriyono, Franciscus Xaverius; Aditya, Renny; Rosida, Azma
Homeostasis Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v8i2.18432

Abstract

Abstract: Severe preeclampsia is characterized by blood pressure ≥ 160/110 mmHg at gestational age > 20 weeks and proteinuria. Preeclampsia is the leading cause of maternal mortality. Based on the onset of severe preeclampsia, it is classified into early onset if it occurs at gestational age < 34 weeks and late onset at ≥ 34 weeks. Neutrophils are activated cells associated with preeclampsia, linked to placental hypoperfusion, endothelial dysfunction and inflammation. The number of neutrophils increases during the first trimester, while the number of lymphocytes decreases. The increase in neutrophil count is due to their inability to undergo apoptosis during pregnancy. The neutrophil-lymphocyte ratio (NLR) is considered a marker of systemic inflammation. The NLR has proven useful in predicting the presence of both acute and chronic inflammatory processes. This study aims to investigate the difference in NLR between early and late onset severe preeclampsia at Ulin General Hospital in Banjarmasin in 2023. The research design is a comparative study with a cross-sectional design. Data collection was performed retrospectively using a non-probability sampling technique through purposive sampling from the 2023 period. With inclusion and exclusion criteria, 75 pregnant women with early and late onset severe preeclampsia were obtained, and analysis was conducted using an independent T-test. The results of this study show an NLR of 3.45 ± 3.31 for early onset severe preeclampsia and 4.61 ± 3.64 for late onset severe preeclampsia, indicating a significant difference in NLR between pregnant women with early and late onset severe preeclampsia (p < 0.05). Abstrak: Preeklamsia berat ditandai dengan tekanan darah ³ 160/110 mmHg pada usia kehamilan > 20 minggu disertai dengan proteinuria. Preeklamsia menempati posisi pertama penyebab angka kematian ibu (AKI). Berdasarkan awitan kejadian preeklamsia berat dibagi menjadi awitan dini jika terjadi pada usia kehamilan < 34 minggu dan awitan lanjut pada usia kehamilan ³ 34 minggu. Neutrofil merupakan sel yang teraktivasi pada preeklamsia terkait dengan hipoperfusi plasenta, disfungsi endotel dan inflamasi. Jumlah neutrofil meningkat selama trimester pertama sedangkan jumlah limfosit menurun. Peningkatan jumlah neutrofil disebabkan oleh ketidakmampuan neutrofil untuk mengalami apoptosis selama kehamilan. Rasio neutrofil-limfosit (RNL) dianggap sebagai penanda peradangan sistemik. Rasio neutrofil-limfosit telah terbukti bermanfaat dalam memprediksi adanya proses peradangan, baik yang bersifat akut maupun kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan RNL pada preeklamsia berat awitan dini dan lanjut di RSUD Ulin Banjarmasin periode 2023. Rancangan penelitian ini adalah studi komparatif dengan desain potong lintang. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yakni menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling dari periode 2023. dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 75 subjek wanita hamil dengan PEB awitan dini dan lanjut, analisis dilakukan dengan uji T-tidak berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan RNL preeklamsia berat awitan dini 3,45±3,31 dan RNL preeklamsia berat awitan lanjut 4,61±3,64 dan dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna pada RNL wanita hamil dengan preeklamsia berat awitan dini dan lanjut (p<0,05).