Penelitian ini mengeksplorasi potensi antijamur dari daun eceng gondok (Pontederia crassipes Mart.) terhadap Candida albicans, jamur oportunistik yang umum di Indonesia. Resistensi terhadap obat antijamur sintetis mendorong pencarian alternatif alami. Daun eceng gondok mengandung senyawa seperti flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antijamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol dan infusa daun eceng gondok sebagai antijamur terhadap Candida albicans pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan maserasi etanol 96% untuk ekstrak dan infusa dengan pelarut aquades. Aktivitas antijamur diuji dengan metode difusi sumuran pada media PDA, menggunakan ketokonazol 1% sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif, pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol menghasilkan zona hambat yang signifikan (p<0,05) dengan ukuran 4,83 mm, 8,00 mm, dan 11,50 mm. Infusa menunjukkan zona hambat 6,83 mm, 7,66 mm, dan 8,50 mm, namun tidak signifikan (p>0,05). Uji T menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya (p=0,786). Kesimpulannya, ekstrak etanol dan infusa daun eceng gondok memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Penelitian lanjutan disarankan dengan konsentrasi atau metode ekstraksi yang berbeda untuk mengoptimalkan aktivitas, serta uji fungistatik atau fungisidal dan pengembangan formulasi farmasi
Copyrights © 2026