Latar belakang: Diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan penting karena tingginya angka kejadian, risiko kekambuhan, serta dampaknya terhadap status gizi dan tumbuh kembang. Kekambuhan dipengaruhi oleh faktor host, lingkungan, perilaku, dan ketepatan tatalaksana. Tujuan: Mendeskripsikan peran tablet zinc dalam pencegahan kekambuhan diare pada balita serta menegaskan aspek implementasi pemberian zinc dalam praktik layanan kesehatan. Metode: Artikel ini merupakan tinjauan pustaka naratif yang membahas definisi, klasifikasi, epidemiologi, etiologi, dan manifestasi klinis diare pada balita, serta mekanisme kerja, manfaat, dosis, cara pemberian, dan keamanan tablet zinc sebagai terapi tambahan. Hasil: Pemberian zinc pada diare balita berkontribusi terhadap perbaikan mukosa usus dan peningkatan respons imun, sehingga dapat mengurangi durasi dan keparahan diare akut serta menurunkan risiko diare berulang selama 2–3 bulan setelah episode diare. Rekomendasi pemberian zinc selama 10 hari berturut-turut (10 mg/hari untuk usia <6 bulan; 20 mg/hari untuk usia ≥6 bulan) mendukung tatalaksana diare berbasis bukti bersama rehidrasi oral dan edukasi keluarga. Efek samping jarang dan umumnya ringan. Kesimpulan: Tablet zinc merupakan terapi tambahan penting pada diare balita, terutama untuk pencegahan kekambuhan. Kepatuhan terhadap durasi pemberian serta edukasi kepada orang tua/pengasuh menjadi kunci keberhasilan intervensi.
Copyrights © 2026