Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nicotine reduces cell viability and induces oxidative stress in human gingival fibroblasts Azmi, Sabrina; Hadi, Restu Syamsul; Kusuma, Indra; Suciati, Yulia; Sari, Wening
Universa Medicina Vol. 43 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2024.v43.20-30

Abstract

BackgroundNicotine, as the main component of cigarettes, is known to interfere with the proliferation of human gingival fibroblasts (HGFs) and can trigger oxidative stress. This study aimed to analyze the impact of nicotine on viability, expression of the antioxidant Nrf2, levels of the product of oxidative stress malondialdehyde (MDA), and the migration capacity of HGFs. MethodsAn experimental laboratory study used fibroblasts isolated from healthy human gingiva. The cells were grouped into the non-treatment control group (NTC), the solvent control (SC), and the treatment groups, exposed to nicotine at various concentrations for twenty-four hours. Cell viability was assesed using the cell counting kit-8 (CCK-8), Nrf2 expression was examined using ELISA, MDA level was measured using an MDA kit, and migration capacity was assessed using a scratch assay. Statistical analysis used one-way Anova or Kruskal-Wallis test. A p-value of <0.05 was expressed statistically significant. ResultsThe Cell viability was substantially reduced in the nicotine group compared to the untreated group, accompanied by changes in cell morphology. In contrast, Nrf2 expression increased significantly (p=0.010) in the 5 mM nicotine group compared with the control group. The MDA levels were not significantly distinct across groups (p=0.056). Cell migration was delayed significantly in the 5 mM nicotine group at 72 hours after scratching compared to the control group. ConclusionNicotine decreased HGFs viability and increased Nrf2 expression significantly in a dose-dependent manner. Nicotine at 5 mM concentration did not alter MDA levels but delayed cell migration.
Suplementasi Zinc Dalam Penatalaksanaan dan Pencegahan Kekambuhan Diare pada Balita Menurut Pandangan Islam Hasti Anugerah, Andi Putri; Djannatun, Titiek; Azmi, Sabrina
Scientific Journal Vol. 5 No. 2 (2026): SCIENA Volume V No 2, March 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i2.309

Abstract

Latar belakang: Diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan penting karena tingginya angka kejadian, risiko kekambuhan, serta dampaknya terhadap status gizi dan tumbuh kembang. Kekambuhan dipengaruhi oleh faktor host, lingkungan, perilaku, dan ketepatan tatalaksana. Tujuan: Mendeskripsikan peran tablet zinc dalam pencegahan kekambuhan diare pada balita serta menegaskan aspek implementasi pemberian zinc dalam praktik layanan kesehatan. Metode: Artikel ini merupakan tinjauan pustaka naratif yang membahas definisi, klasifikasi, epidemiologi, etiologi, dan manifestasi klinis diare pada balita, serta mekanisme kerja, manfaat, dosis, cara pemberian, dan keamanan tablet zinc sebagai terapi tambahan. Hasil: Pemberian zinc pada diare balita berkontribusi terhadap perbaikan mukosa usus dan peningkatan respons imun, sehingga dapat mengurangi durasi dan keparahan diare akut serta menurunkan risiko diare berulang selama 2–3 bulan setelah episode diare. Rekomendasi pemberian zinc selama 10 hari berturut-turut (10 mg/hari untuk usia <6 bulan; 20 mg/hari untuk usia ≥6 bulan) mendukung tatalaksana diare berbasis bukti bersama rehidrasi oral dan edukasi keluarga. Efek samping jarang dan umumnya ringan. Kesimpulan: Tablet zinc merupakan terapi tambahan penting pada diare balita, terutama untuk pencegahan kekambuhan. Kepatuhan terhadap durasi pemberian serta edukasi kepada orang tua/pengasuh menjadi kunci keberhasilan intervensi.