Fenomena toxic masculinity dalam budaya patriarki Indonesia sering dinormalisasi melalui media film, seperti terlihat pada 401.975 kasus kekerasan perempuan tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos representasi toxic masculinity pria dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024) menggunakan semiotika Roland Barthes. Jenis kualitatif deskriptif dengan populasi 54 adegan (durasi 1:42 jam), sampel 8 adegan purposive. Instrumen peneliti, analisis Miles-Huberman (reduksi, penyajian, kesimpulan) triangulasi literatur. Hasil temukan lima pola: dominasi verbal, represi emosi, kekerasan fisik, kontrol mobilitas perempuan, normalisasi agresi patriarkal. Kesimpulan: Film kritisi konstruksi sosial destruktif ini via mitos Barthes, sarankan literasi media setara gender.
Copyrights © 2026