Jurnal Farmasi Etam
Vol 5 No 1 (2025): Juni

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% DAN EKSTRAK ASETON RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl)

Erika Sudin (Unknown)
Muh. Taufiqurrahman (Unknown)
Nurillahi Febria Leswana (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Mar 2026

Abstract

Temulawak (curcuma xanthorriza roxb.) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak digunakan masyarakat. Temulawak diketahui memiliki banyak manfaat salah satunya potensi sebagai antioksidan. Komponen aktif yang bertanggung jawab sebagai antioksidan dalam rimpang temulawak adalah kurkumin. kandungan senyawa aktif di dalam temulawak, terutama adalah kurkumin dan xanthorizol. Berbagai penelitian telah banyak dilakukan terhadap temulawak, terutama dari aspek khasiatnya. Kecendrungan masyarakat global pada semangat “back to nature” membuka peluang temulawak sebagai salah satu sumber bahan baku obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% dan aseton terhadap rimpang temulawak. Bahan baku yang digunakan adalah rimpang temulawak yang dijual wilayah kota samarinda. Pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Ekstrak temulawak memiliki aktivitas antioksidan tergolong aktif sehingga berpotensi sebagai antioksidan alami yang baik. Kata kunci : Kadar Kurkumin, Aktivitas Antioksidan, Temulawak

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jfe

Publisher

Subject

Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Farmasi Etam diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, yang terbit setahun dua kali pada bulan Juni dan Desember yang memuat hasil penelitian dengan ruang lingkup; Teknologi Farmasi, Preformulasi dan Formulasi, Biofarmasi, ...