ABSTRACTThis study aims to examine the behavior of children with mild autism in social interactions and activities in the school environment, focusing on one student at SKh Negeri 01 Pembina Pandeglang. Children with mild autism often face challenges in social interactions, communication, and adaptation to new environments, which can affect their participation in school activities. This study uses a qualitative approach with a case study method, where data is collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that students with mild autism in this school tend to need time to adjust to the new environment. For example, when participating in gymnastics activities, students first observe the situation before deciding to join, by choosing a location that feels safe and quiet. In addition, it was found that students showed fear or anxiety responses when meeting new people. However, with the right approach and a supportive atmosphere, students were able to show improvements in social engagement and school activities. This study underlines the importance of inclusive environmental support and focused interventions to help children with mild autism develop social interaction skills and adapt to the school environment. This study also contributes to the development of educational strategies for children with special needs, especially in SKh Negeri 01 Pembina Pandeglang. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku anak autisme ringan dalam interaksi sosial dan aktivitas di lingkungan sekolah, dengan fokus pada satu siswa di SKh Negeri 01 Pembina Pandeglang. Anak dengan autisme ringan sering menghadapi tantangan dalam berinteraksi sosial, komunikasi, serta adaptasi terhadap lingkungan baru, yang dapat memengaruhi partisipasi mereka dalam kegiatan sekolah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa autisme ringan di sekolah ini cenderung membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Contohnya, saat mengikuti kegiatan senam, siswa lebih dulu mengamati situasi sebelum memutuskan untuk bergabung, dengan memilih lokasi yang dirasa aman dan sepi. Selain itu, ditemukan bahwa siswa menunjukkan respons ketakutan atau kecemasan ketika bertemu dengan orang baru. Meski demikian, dengan pendekatan yang tepat dan suasana yang mendukung, siswa mampu menunjukkan peningkatan dalam keterlibatan sosial dan aktivitas sekolah. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya dukungan lingkungan yang inklusif serta intervensi yang terfokus untuk membantu anak autisme ringan mengembangkan kemampuan interaksi sosial dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Studi ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pendidikan bagi anak dengan kebutuhan khusus, khususnya di SKh Negeri 01 Pembina Pandeglang.
Copyrights © 2024