Pendidikan sains memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang adil dan berkeadaban. Namun, dominasi pendekatan positivistik dalam pendidikan sains sering kali mengabaikan dimensi nilai dan moral. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan konsep rekonstruksi pendidikan sains berbasis nilai-nilai Islam sebagai upaya penguatan keadilan sosial. Melalui metode kajian literatur dan analisis konseptual, penelitian ini menggali potensi integrasi ajaran Islam, seperti tauhid, keadilan (‘adl), dan tanggung jawab sosial, ke dalam pembelajaran sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat memperkaya pendidikan sains dengan menanamkan kesadaran spiritual, etika, dan tanggung jawab sosial pada peserta didik. Implementasi pendekatan ini melibatkan pembelajaran interdisipliner yang mengintegrasikan ilmu sains modern dengan prinsip-prinsip Islam, pengembangan kurikulum berbasis nilai, serta penguatan peran pendidik sebagai teladan. Rekonstruksi ini diharapkan dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan komitmen terhadap keadilan. Dengan demikian, pendidikan sains berbasis nilai-nilai Islam menjadi instrumen penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan sosial.
Copyrights © 2024