Penelitian ini mengkaji pelaksanaan dan pengawasan pelatihan dalam konteks pengembangan sumber daya manusia dengan menggunakan metode penelitian literatur sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan pelatihan memiliki enam aspek utama yang saling terintegrasi, meliputi pengawasan peserta, narasumber, model pelatihan, metode pelatihan, jadwal pelatihan, dan bahan pelatihan. Model pelatihan berbasis teknologi terbukti 45% lebih efektif dibandingkan metode konvensional, sementara blended learning meningkatkan retensi pengetahuan hingga 30%. Implementasi sistem pengawasan terstruktur berkontribusi pada peningkatan ketercapaian tujuan pelatihan sebesar 65%, pengurangan penyimpangan program 40%, dan optimalisasi sumber daya 35%. Keberhasilan pelatihan dipengaruhi oleh lima faktor utama dengan kualitas pengawasan sebagai kontributor terbesar (35%), diikuti kompetensi instruktur (25%), kesesuaian metode (20%), dukungan manajemen (15%), dan faktor eksternal (5%)
Copyrights © 2025