Perubahan nilai di kalangan siswa yang dipengaruhi oleh menurunnya akhlak generasi muda serta meningkatnya tindak kejahatan akibat perkembangan zaman yang tidak dibarengi dengan pemahaman agama yang memadai, mendorong perlunya pembentukan kurikulum yang menekankan pada penguatan akhlak dan karakter. Integrasi kurikulum antara pondok pesantren dan madrasah menjadi langkah inovatif dalam menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan serta menguraikan penerapan integrasi kurikulum tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kurikulum dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya: penyelarasan materi pelajaran antara kurikulum madrasah dan pesantren, penggunaan bahasa asing seperti Arab dan Inggris, serta penguatan karakter melalui kegiatan pembiasaan harian yang terstruktur. Selain itu, kurikulum diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk, yaitu intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Penerapan integrasi ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat.
Copyrights © 2025