Transformasi pendidikan di era abad 21 menuntut adanya pendekatan asesmen yang mampu mengukur kompetensi peserta didik secara holistik dan kontekstual. Kompetensi seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, dan karakter menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran saat ini. Namun, pendekatan asesmen konvensional yang hanya menilai aspek kognitif dan menghasilkan angka-angka nilai belum mampu menggambarkan kemampuan sebenarnya dari peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep asesmen abad 21 serta bagaimana strategi penerapannya dalam konteks pembelajaran modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif menurut Sugiyono (2022), melalui telaah sumber-sumber ilmiah terkini dari tahun 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen abad 21 memerlukan strategi penilaian autentik, formatif, berbasis proyek, dan didukung teknologi digital. Pendekatan ini memungkinkan guru untuk menilai proses dan hasil belajar secara lebih bermakna, serta menumbuhkan tanggung jawab belajar pada siswa. Dengan demikian, asesmen abad 21 bukan hanya alat untuk mengukur nilai, melainkan sarana untuk menakar dan mengembangkan kompetensi peserta didik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025