Penelitian ini menyoroti area di mana siswa Indonesia kesulitan memahami apa yang mereka baca dan berpikir mendalam. Kapasitas untuk menangkap makna materi tertulis sangat penting, seperti halnya memiliki keterampilan berpikir kritis yang kuat, yang membantu orang memecahkan masalah dengan baik dan membuat keputusan yang baik. Studi ini menyarankan penggunaan kerangka pendidikan BATUAH untuk membantu mengembangkan kemampuan penting ini sebagai cara untuk memperbaiki masalah ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode di mana kelas diamati secara ketat untuk menganalisis bagaimana sistem pembelajaran BATUAH memengaruhi 13 siswa di kelas empat di SDN Berangas Barat 1. Informasi yang tidak numerik dikumpulkan dengan memperhatikan secara ketat aktivitas guru dan siswa dan dengan mengevaluasi kemampuan mereka untuk membaca dan berpikir kritis. Data menunjukkan bahwa guru dan siswa lebih terlibat, dan persentase siswa yang dapat memahami apa yang mereka baca naik dari 58% menjadi 84%, sementara berpikir kritis naik dari 61% menjadi 82%. Lebih lanjut, kinerja sekolah siswa meningkat, dengan skor naik dari 54% menjadi 84%. Singkatnya, penerapan model BATUAH membuat guru lebih aktif, meningkatkan pemahaman membaca, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan meningkatkan keberhasilan siswa di sekolah. Penelitian ini mendukung penggunaan metode ini sebagai pilihan berbeda untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Copyrights © 2025