Penelitian ini menggunakan Studi Kasus dengan Penelitian Kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada peserta didik kelas II SDN Semeru 6 Kota Bogor, semester genap bulan mei tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus utama penelitian ini mencakup pola interaksi sosial anak autis di lingkungan sekolah, faktor-faktor yang memengaruhi interaksi tersebut, serta strategi mengatasi hambatan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek sering menyendiri, meskipun menunjukkan ketertarikan untuk berinteraksi dengan teman sebaya secara terbatas. Subjek mampu merespon ketika namanya dipanggil dan cenderung sensitif terhadap suara keras. Pola komunikasi yang ditunjukkan masih bersifat kaku dan formal. Strategi yang digunakan guru untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak mencakup pembiasaan komunikasi verbal dan pendekatan bermain bersama teman sebaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan dari lingkungan sekitar, terutama guru, orang tua dan teman sebaya, berperan penting dalam mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak autis.
Copyrights © 2025