Miskonsepsi merupakan ketidaksesuaian konsep yang dipahami dengan konsep yang sebenarnya, sehingga menyebabkan kekeliruan pada pemahaman konsep peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penemuan yang menunjukkan adanya miskonsepsi pada peserta didik di Sekolah Dasar. Hal ini didukung oleh hasil survery dari PISA dan TIMSS yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena adanya miskonsepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kategori miskonsepsi yang dialami oleh peserta didik kelas VI, sekaligus faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya miskonsepsi pada materi sistem peredaran darah manusia. Metode peneltian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa miskonsepsi yang dialami oleh peserta didik kelas VI pada materi sistem peredaran darah manusia termasuk kategori sedang yaitu sebesar 40% pada materi ciri-ciri pembuluh darah arteri dan 40% pada materi proses peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya miskonsepsi adalah karena konteks, penggunaan bahasa yang jarang diengar oleh peserta didik dan materi yang abstrak membuat peserta didik kesulitan memperoleh gambaran dari materi yang dipelajari. Selain itu penggunaan metode dan media pembelajaran yang kurang sesuai membuat pembelajaran menjadi kurang maksimal.)
Copyrights © 2025