Penelitian ini bertujuan untuk memahami tantangan dalam menerapkan model Direct Instruction dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SD Negeri 80/I Batang Hari. Model Direct Instruction dianggap efektif dalam menyampaikan materi secara teratur dan jelas, tetapi dalam penerapannya masih menghadapi beberapa masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara guru, dan dokumentasi aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tantangan utama dalam penerapan model tersebut, seperti kurangnya waktu pembelajaran, partisipasi siswa yang rendah, media pendukung yang kurang beragam, serta kesulitan guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan beragam kemampuan siswa. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran cenderung dominan oleh guru dan kurang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Penelitian ini menekankan perlunya inovasi dalam strategi pembelajaran, terutama dengan menggabungkan Direct Instruction dengan metode pembelajaran yang lebih aktif agar tujuan pembelajaran IPAS dapat tercapai secara lebih baik.
Copyrights © 2025