Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kognitif, emosional, perilaku, dan sosial peserta didik tunagrahita ringan di SKHN 01 Kota Serang. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab masih terbatasnya pemahaman mengenai bagaimana anak tunagrahita beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama guru pendamping khusus dan observasi langsung terhadap seorang siswa berusia 9 tahun bernama Yusron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mampu memahami instruksi konkret, namun mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak dan hubungan sebab-akibat. Secara emosional, anak dapat mengekspresikan emosi dasar seperti senang, sedih, dan marah, namun kesulitan menjelaskan penyebabnya. Dalam aspek perilaku, penerapan penguatan positif melalui pujian dan sistem token economy sederhana terbukti efektif meningkatkan motivasi dan perilaku adaptif. Sementara dalam aspek sosial, anak belajar melalui proses imitasi terhadap guru dan teman sebaya meskipun belum mampu memulai interaksi secara mandiri. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang konkret, empatik, dan konsisten sangat penting dalam mendukung perkembangan anak tunagrahita ringan di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2026