Penelitian ini mengkaji optimalisasi pemanfaatan Museum Sultan Suriansyah sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah di SMK Negeri 4 Banjarmasin. Latar belakang penelitian ini berangkat dari masih minimnya penggunaan museum sebagai media pendidikan, padahal museum menyediakan sumber sejarah autentik yang berpotensi meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemanfaatan museum dalam pembelajaran sejarah serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi guru dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis museum. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Sultan Suriansyah mampu menjadi media pembelajaran yang efektif karena dapat meningkatkan motivasi belajar, menghadirkan pengalaman belajar langsung, serta memperkuat pemahaman siswa mengenai sejarah dan budaya Kesultanan Banjar. Meskipun demikian, optimalisasi pemanfaatannya masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya koordinasi antara sekolah dan pihak museum, serta belum tersedianya program pembelajaran museum yang bersifat rutin dan terintegrasi dengan kurikulum sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan pembelajaran yang sistematis, pengembangan modul museum, serta penguatan kerja sama institusional sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan museum dalam pembelajaran sejarah.
Copyrights © 2025