Kurikulum Merdeka merupakan reformasi pendidikan nasional yang diterapkan di berbagai satuan pendidikan, termasuk PAUD. Namun, implementasinya menghadapi tantangan signifikan. Penelitian ini mengidentifikasi delapan permasalahan utama: (1) kurangnya pemahaman dan sosialisasi konsep kurikulum, (2) ketiadaan panduan operasional spesifik untuk PAUD, (3) meningkatnya beban administrasi, (4) keterbatasan sumber daya manusia dan kompetensi guru, (5) keterbatasan infrastruktur, (6) tantangan pembelajaran berbasis proyek, (7) kesulitan penyesuaian konteks lokal, dan (8) keterbatasan keterlibatan orang tua dan komunitas. Permasalahan tersebut berdampak signifikan terhadap kualitas pembelajaran anak, menimbulkan ketidaksiapan pendidik, ketidakkonsistenan penerapan, dan mengalihkan fokus pendidik dari tugas utama mereka. Untuk mengatasinya, diperlukan langkah-langkah strategis meliputi intensifikasi pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, pengembangan panduan operasional spesifik PAUD, penyederhanaan beban administrasi, pemenuhan infrastruktur, program edukasi orang tua dan komunitas, penguatan komite pembelajaran, serta evaluasi berkelanjutan. Dengan komitmen bersama dari pemerintah, pendidik, orang tua, dan komunitas, implementasi Kurikulum Merdeka dapat menghasilkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Copyrights © 2025