Evi Selva Nirwana
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Development of Microsoft Sway-Based Learning Media for Kindergarten Students Dya Nurli Herliza; Evi Selva Nirwana
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.3109

Abstract

Learning media is growing along with the times. However, many teachers are still developing media that do not keep up with the times and do not use technology as material delivery. This type of research is RD with the ADDIE research model. This study aims to develop Microsoft Sway learning media for children aged 5-6 years with the sub-theme of Natural Symptoms. The results of learning media research developed using Microsoft Sway are categorized as valid with a media expert percentage of 89.7% and material experts 68.7%. The media is said to be practical by obtaining a score of 88.3% from the teacher's response questionnaire. The conclusions of this study are the application of Microsoft Sway media development to group B students at kindergarten fosters children's learning motivation. Children's learning outcomes increase with the presence of Microsoft Sway media. With Microsoft Sway media, children pay more attention to the teacher when delivering material.
The Effect of Infaq Habits on Spiritual Intelligence In Early Childhood at PAUD IT Aladuna 2 Bengkulu City Syahfira Nur Insani; Evi Selva Nirwana
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 6 No 3 (2023): International Journal of Education, Information Technology  and Others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8264931

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of giving infaq habituation on Spiritual Intelligence (SQ). This study used an experimental method with a 2x2 factorial design, the large sample used in the study was 13 children in class B1 and 13 children in class B3 PAUD IT Auladuna 2 Bengkulu City, so the total sample was 26 children in the 2022/2023 school year. The habit of giving infaq can affect the ability of spiritual intelligence (SQ) in early childhood at PAUD IT Auladuna 2 Bengkulu City, it can be seen from the SPSS 25 program that the mean price of children who have an awareness of giving infaq is 19.2500; The standard deviation is 1.33278, this price already shows that some of the children in PAUD IT Auladuna 2 have well-developed awareness of giving and can be seen from the experimental class and the control class group. So that the sample obtained is 13 people from the control class and 13 people from the experimental class. The results of the observations of researchers in the experimental group (posttest) experienced a higher increase compared to the control group (pretest). receiving the treatment of infaq activities decreased by 50%. This is evidenced by the difference in the increase in the average value of children and the proportion of each meeting has increased and also proven by the t test that there is a very significant difference in spiritual intelligence of α : 6.51 < 0.05 significant level. The results achieved in the habit of giving infaq greatly influence spiritual intelligence in early childhood at PAUD IT Auladuna Bengkulu City
PERMASALAHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: ANALISIS SISTEMATIS DAN REKOMENDASI SOLUSI Evi Selva Nirwana; Andrawa Yopa; Muriara Enda; Siti Nurlaila
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9167

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan reformasi pendidikan nasional yang diterapkan di berbagai satuan pendidikan, termasuk PAUD. Namun, implementasinya menghadapi tantangan signifikan. Penelitian ini mengidentifikasi delapan permasalahan utama: (1) kurangnya pemahaman dan sosialisasi konsep kurikulum, (2) ketiadaan panduan operasional spesifik untuk PAUD, (3) meningkatnya beban administrasi, (4) keterbatasan sumber daya manusia dan kompetensi guru, (5) keterbatasan infrastruktur, (6) tantangan pembelajaran berbasis proyek, (7) kesulitan penyesuaian konteks lokal, dan (8) keterbatasan keterlibatan orang tua dan komunitas. Permasalahan tersebut berdampak signifikan terhadap kualitas pembelajaran anak, menimbulkan ketidaksiapan pendidik, ketidakkonsistenan penerapan, dan mengalihkan fokus pendidik dari tugas utama mereka. Untuk mengatasinya, diperlukan langkah-langkah strategis meliputi intensifikasi pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, pengembangan panduan operasional spesifik PAUD, penyederhanaan beban administrasi, pemenuhan infrastruktur, program edukasi orang tua dan komunitas, penguatan komite pembelajaran, serta evaluasi berkelanjutan. Dengan komitmen bersama dari pemerintah, pendidik, orang tua, dan komunitas, implementasi Kurikulum Merdeka dapat menghasilkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Anak Usia Dini Filia Anjalina; Julanda Mysesa; Evi Selva Nirwana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka pada lembaga pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta mengidentifikasi implikasinya terhadap perkembangan holistik anak. Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dan pembelajaran berdiferensiasi, menawarkan paradigma baru yang menekankan pada minat, potensi, dan kebutuhan individual anak. Serta faktor pendukung dan penghambatnya. Faktor yang mendukung adalah pemerintah senantiasa memberi dukungan atas pengimplementasian kurikulum merdeka dan hambatan yang dialami adalah orang tua peserta didik yang belum memahami kurikulum merdeka pada saat awal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengimplementasian kurikulum merdeka pada PAUD berjalan dengan baik karena guru dan Kepala Sekolah yang telah memahami betul tentang kurikulum merdeka dan berkat dukungan dari pemerintah meskipun tetap ada hambatan yang dialami.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PAUD: PELUANG, TANTANGAN, DAN STRATEGI PENGUATAN Evi Selva Nirwana; Legis sari; Eliza Kerta Sinta Dewi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru, tujuan penerapan kurikulum, serta strategi yang digunakan dalam mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen berupa perencanaan pembelajaran serta asesmen perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mulai menerapkan pembelajaran berpusat pada anak yang menekankan minat, eksplorasi, dan partisipasi aktif melalui kegiatan berbasis proyek, permainan sensorik, dan pembelajaran luar ruang. Namun demikian, ditemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas pembelajaran, kesulitan guru dalam memetakan capaian pembelajaran dan merancang asesmen autentik, serta minimnya pemahaman orang tua terhadap filosofi Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru mengembangkan strategi adaptif, seperti memanfaatkan bahan alam, mengoptimalkan lingkungan sekitar, memperkuat komunitas belajar profesional, serta mengintegrasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dan peluang inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik guru, ketersediaan sarana, dan kolaborasi antara orang tua dan sekolah.