Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berbasis deep learning di SDIT Alam Nurul Islam serta menganalisis tingkat kesadaran reflektif siswa kelas V dalam proses pembelajaran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning belum berjalan secara optimal. Aktivitas pembelajaran masih berfokus pada praktik dan demonstrasi, sementara kegiatan refleksi dan analisis antar konsep belum berkembang secara mendalam. Kesadaran reflektif siswa juga masih rendah karena pembelajaran lebih menekankan pada hasil akhir daripada proses berpikir. Faktor-faktor penghambat utama meliputi keterbatasan waktu, kesiapan berpikir siswa, dan minimnya stimulus berupa pertanyaan reflektif dari guru. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan deep learning dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar memerlukan keseimbangan antara pengalaman konkret dan bimbingan reflektif. Implikasinya, guru perlu mengembangkan strategi scaffolding reflektif dan sistem penilaian berbasis proses guna menumbuhkan kesadaran reflektif siswa. Kata kunci: Deep Learning, Kesadaran Reflektif, Pembelajaran IPA, Sekolah Dasar.
Copyrights © 2025