Kesenjangan mutu pendidikan tinggi di Indonesia masih berlangsung akibat ketimpangan sumber daya manusia, perbedaan kapasitas pendanaan, lemahnya budaya mutu, serta implementasi sistem penjaminan mutu yang cenderung administratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis jurnal ilmiah, regulasi, laporan akreditasi, dan kajian empiris untuk mengidentifikasi faktor penyebab kesenjangan, efektivitas SPMIāSPME, dan arah reformasi mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian mutu belum optimal karena masih dominan berbasis kepatuhan (compliance-based), sementara disparitas kualitas dosen dan infrastruktur memperkuat ketimpangan antarwilayah. Reformasi yang diperlukan mencakup desentralisasi pengelolaan mutu, peningkatan kompetensi SDM akademik, pendanaan berbasis kinerja yang berkeadilan, serta penguatan akreditasi berbasis capaian (outcome-based). Pendekatan reformasi yang holistik, adaptif, dan kontekstual dinilai mampu menekan kesenjangan mutu dan memperkuat daya saing pendidikan tinggi secara nasional.
Copyrights © 2025