Penelitian ini menelaah dinamika interaksi dan proses pembelajaran Pendidikan Jasmani pada siswa sekolah dasar di era digital. Perkembangan teknologi telah mengubah praktik pengajaran dan menciptakan peluang sekaligus tantangan pedagogis dalam pengembangan keterampilan motorik. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, penelitian dilaksanakan di SD Al Islam 2 Jamsaren, Surakarta, dengan melibatkan 12 siswa kelas V yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan analisis dokumen, serta divalidasi melalui teknik triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Pendidikan Jasmani berbasis teknologi, terutama dalam memahami teknik gerak melalui video instruksional dan demonstrasi digital. Teknologi terbukti meningkatkan motivasi, memperjelas instruksi, serta mendorong kemandirian belajar melalui dokumentasi performa. Namun demikian, siswa menegaskan bahwa media digital tidak dapat sepenuhnya menggantikan demonstrasi langsung guru, umpan balik segera, dan interaksi fisik yang melekat pada pembelajaran jasmani. Hambatan teknis, distraksi digital, dan ketergantungan pada konektivitas juga muncul selama pelaksanaan pembelajaran. Secara keseluruhan, integrasi teknologi memberi kontribusi signifikan ketika ditempatkan sebagai penunjang, bukan sebagai pengganti dalam pengajaran. Studi ini menegaskan perlunya model pedagogis seimbang yang mempertahankan pengalaman gerak autentik sambil memanfaatkan teknologi untuk visualisasi, umpan balik, dan perluasan akses belajar. Hasil penelitian ini memberikan panduan praktis bagi pendidik dan kontribusi konseptual bagi pengembangan kerangka pembelajaran jasmani hibrida di sekolah dasar.
Copyrights © 2025