Penelitian ini mengkaji representasi gender perempuan lokal dalam promosi wisata Bira melalui media sosial, dengan fokus pada bagaimana citra perempuan ditampilkan dan bagaimana hal ini sesuai dengan peran nyata mereka dalam kehidupan budaya dan ekonomi lokal. Metode kualitatif studi kasus digunakan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada masyarakat dan pelaku wisata di Bira. Hasil menunjukkan bahwa media sosial menonjolkan perempuan sebagai aset estetis dan ekonomi, menampilkan mereka sebagai ikon keramahan dan pelestari budaya, namun sering menyederhanakan peran perempuan dan memperkuat stereotip gender, mengabaikan kontribusi sosial-ekonomi yang lebih luas di sektor informal sesuai norma budaya konservatif. Visualisasi ini menggabungkan kecantikan fisik dengan daya tarik destinasi wisata, sehingga mendorong minat wisata dan memperkuat standar kecantikan feminin. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk kajian sosiologi pariwisata dan gender serta menjadi bahan evaluasi agar pengelola wisata lebih sensitif terhadap isu gender dalam promosi wisata.
Copyrights © 2025