Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Pembelajaran Bahasa Indonesia seharusnya menerapkan pendekatan yang mampu mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten agar proses belajar lebih bermakna. Namun, banyak guru masih berfokus pada aspek pedagogik dan konten tanpa memanfaatkan teknologi secara optimal sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar, sehingga hasil belajar belum mencapai target yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dengan model posttest only control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VA sebagai kelas kontrol berjumlah 26 siswa dan kelas VB sebagai kelas eksperimen berjumlah 28 siswa. Kelas kontrol diajar menggunakan pendekatan PCK berbantuan media Matching Activity, sedangkan kelas eksperimen diajar menggunakan pendekatan TPACK berbantuan media Educandy. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang telah melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda, sehingga diperoleh 24 butir soal yang layak pakai. Analisis data diawali dengan uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan Independent Samples T-Test. Hasil analisis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05 dan thitung = -5,022 > ttabel = 1,675, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa yang belajar menggunakan pendekatan TPACK berbantuan Educandy memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar menggunakan pendekatan PCK.
Copyrights © 2025