Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar matematika siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan peneliti akan membandingakan model pembelajaran yang lebih cocok dalam materi mean, medan, dan modus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Jigsaw dan STAD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian post-test only control design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas XI SMKS YPKP TIK Kabupaten Jayapura, kemudian penentuan sampel menggunakan teknik sampel total. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes dengan bentuk pilihan ganda. Pada tahap menganalisis data penelitian, digunakan uji prasyarat terlebih dahulu yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji n-gain. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa; 1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas yang diajarkan dengan model pembelajaran Jigsaw dan kelas yang diajarkan dengan model STAD dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Maka sebagian dasar pengambilan keputusan dalam uji independen sample t-test dapat disimpulkan bahwa ditolak dan diterima. 2) Besar perbedaan hasil belajar kelas yang diajarkan dengan model Jigsaw dan kelas STAD dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar dengan nilai kelas Jigsaw 61,20 dan kelas STAD 73,80 yang artinya besar perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran Jigsaw dan STAD sebesar 12,6%.
Copyrights © 2025