Artikel ini membahas praktik budaya numerasi “10 Menit Bersama” yang diterapkan di SDK Gurusina, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilakukan setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, berupa pelafalan perkalian secara serempak selama 10 menit oleh seluruh siswa dari kelas I hingga VI, dengan metode yang disesuaikan menurut jenjang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan kegiatan tersebut serta menelaah dampaknya terhadap peningkatan kemampuan numerasi dasar siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara, didukung dengan telaah literatur dari berbagai penelitian lima tahun terakhir. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini berdampak positif terhadap daya ingat siswa, kepercayaan diri, serta motivasi belajar matematika. Selain itu, pelibatan aktif guru dalam mendampingi siswa turut menciptakan interaksi sosial yang positif dan membentuk budaya belajar yang disiplin. Praktik ini relevan dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan dapat direkomendasikan sebagai strategi numerasi yang kontekstual dan berkelanjutan di sekolah dasar.
Copyrights © 2025