Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosial budaya Peo Jawawawo dalam konteks penguatan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Peo, sebagai simbol transendental dalam masyarakat adat Jawawawo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, memiliki nilai filosofis dan sosial yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-hermeneutik berdasarkan hasil kajian literatur dari dua karya utama Yakobus Ndona (2019), yakni “Peo Jawawawo: Simbol Pemersatu Masyarakat Adat dan Inspirasi Pengembangan Persatuan Bangsa” dan “Jejak Tuhan di Tanah Keo”. Hasil kajian menunjukkan bahwa Peo bukan sekadar artefak adat, melainkan simbol spiritual dan sosial yang mengikat masyarakat dalam ikatan solidaritas, kesetaraan, dan keteraturan hidup. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti penghormatan terhadap leluhur, solidaritas antaranggota komunitas, dan kesadaran kolektif terhadap kehidupan bersama, relevan untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman etnis dan budaya Indonesia. Oleh karena itu, pemaknaan sosial budaya Peo dapat dijadikan model inspiratif bagi pembangunan karakter bangsa yang berlandaskan spiritualitas dan nilai kebersamaan.)
Copyrights © 2025