Keterlambatan pemahaman pada siswa sekolah dasar merupakan salah satu tantangan serius dalam dunia pendidikan dasar yang dapat menghambat proses pembelajaran secara optimal. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pencapaian akademik jangka pendek, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan sosial-emosional dan motivasi belajar siswa dalam jangka panjang. Keterlambatan pemahaman sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena minimnya evaluasi formatif dan komunikasi intensif antara guru dan orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara dini berbagai faktor penyebab keterlambatan pemahaman serta mendeskripsikan strategi penanganan yang dilakukan oleh guru di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru dan siswa kelas V di salah satu sekolah dasar negeri. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pemahaman siswa dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kemampuan kognitif, motivasi belajar, dan kondisi psikologis, serta faktor eksternal, seperti metode pengajaran yang kurang variatif, lingkungan belajar yang kurang kondusif, dan minimnya keterlibatan orang tua. Upaya identifikasi dini dilakukan melalui evaluasi formatif rutin, pengamatan perilaku belajar siswa, serta komunikasi intensif dengan orang tua. Adapun strategi penanganan yang efektif meliputi pembelajaran remedial terstruktur, penggunaan media interaktif berbasis teknologi, dan pendekatan individual. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan dalam mengatasi keterlambatan pemahaman sangat bergantung pada kolaborasi aktif antara guru, sekolah, dan orang tua dalam membangun sistem deteksi serta intervensi yang berkelanjutan
Copyrights © 2025