Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di PAUD Waladun Sholihah Desa Marlaung. Banyak anak masih mengalami kesulitan dalam aktivitas yang membutuhkan keterampilan tangan, seperti menggenggam, menggunting, melipat, dan menempel. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kegiatan membentuk kertas kokoru terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak, terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi yang digunakan untuk menilai perkembangan motorik halus anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus setelah anak mengikuti kegiatan dengan kertas kokoru. Pada siklus I rata-rata hasil observasi menunjukkan kategori “cukup berkembang”, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi kategori “berkembang sangat baik”. Hal ini membuktikan bahwa kertas kokoru mampu memberikan stimulasi yang efektif dalam melatih koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, serta ketelitian anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan membentuk kertas kokoru berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran kreatif dan menyenangkan di PAUD untuk mendukung perkembangan fisik motorik anak. Kata Kunci: motorik halus, kertas kokoru, anak usia dini, PAUD
Copyrights © 2025